an online Instagram web viewer
  • barepwcksn
    Barep Wicaksono
    @barepwcksn

Images by barepwcksn

[TUGAS KULIAH]
Antifa merupakan abreviasi dari kata “anti” dan “fasisme”. Mereka adalah sekelompok orang yang menganggap fasisme sebagai bahaya di dalam kehidupan. Mereka yang mengaku sebagai Antifa biasanya juga mengafiliasikan diri dengan paham anarkisme.
Lantas apa hubungannya dengan sepak bola? Cukup erat, terutama di Eropa sana di mana kesadaran berpolitik dan pemahaman akan ideologi cukup tinggi.
Fasisme adalah paham yang pernah menghantui Eropa pada masa Perang Dunia ke-II. Ini merupakan suatu ide eksklusif yang menganggap mereka yang berlain paham sebagai musuh, lalu patut dibinasakan. Para penjahat perang seperti Adolf Hitler, Benito Mussolini, sampai Slobodan Milosevic adalah para pemimpin yang tak segan melakukan aneksasi dan genosida.
Tapi fasisme tidak berhenti di era itu. Ide-ide seperti keagungan ras menjadi tren yang terus populer karena Eropa dalam beberapa tahun belakangan dihantui masalah krisis imigran. Jumlah imigran dirasa terlalu banyak dan mereka merebut ruang-ruang sosial yang ada.
Paham Antifa dalam sejarahnya juga diadopsi subkultur punk. Ada sebuah golongan yang menamakan diri mereka Skinheads Against Racial Prejudice(SHARP), atau anak-anak skinhead yang anti kepada prasangka rasial.
Musik skinhead juga diperebutkan oleh anak-anak muda simpatisan Nazi. Beberapa band pun cemas akan fenomena tersebut, seperti The Press, Life’s Blood, Oi Polloi, dan tentu saja, The Oppressed.
Jika Anda ingin mengetahui bagaimana paham neo-fasis memanfaatkan anak-anak muda Inggris lewat subkultur, saya menyarankan untuk menonton This is England (2006) karya sutradara Shane Meadows.
The Oppressed paham bahwa neo-fasisme juga menjangkiti sepak bola, sehingga mereka merasa perlu untuk membuat sebuah lagu perlawanan yang berjudul “Antifa Hooligan”. Di Eropa, tidak ada klub selain St. Pauli yang memiliki kecenderungan politik suporter yang anti-fasis. Ultras St. Pauli sering dinobatkan sebagai suporter sayap kiri paling militan. Anda bisa telusuri puluhan artikel serta buku yang menjelaskan bagaimana di mata mereka sepak bola bukan sekadar apa yang terjadi di atas lapangan.

#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Antifa merupakan abreviasi dari kata “anti” dan “fasisme”. Mereka adalah sekelompok orang yang menganggap fasisme sebagai bahaya di dalam kehidupan. Mereka yang mengaku sebagai Antifa biasanya juga mengafiliasikan diri dengan paham anarkisme. Lantas apa hubungannya dengan sepak bola? Cukup erat, terutama di Eropa sana di mana kesadaran berpolitik dan pemahaman akan ideologi cukup tinggi. Fasisme adalah paham yang pernah menghantui Eropa pada masa Perang Dunia ke-II. Ini merupakan suatu ide eksklusif yang menganggap mereka yang berlain paham sebagai musuh, lalu patut dibinasakan. Para penjahat perang seperti Adolf Hitler, Benito Mussolini, sampai Slobodan Milosevic adalah para pemimpin yang tak segan melakukan aneksasi dan genosida. Tapi fasisme tidak berhenti di era itu. Ide-ide seperti keagungan ras menjadi tren yang terus populer karena Eropa dalam beberapa tahun belakangan dihantui masalah krisis imigran. Jumlah imigran dirasa terlalu banyak dan mereka merebut ruang-ruang sosial yang ada. Paham Antifa dalam sejarahnya juga diadopsi subkultur punk. Ada sebuah golongan yang menamakan diri mereka Skinheads Against Racial Prejudice(SHARP), atau anak-anak skinhead yang anti kepada prasangka rasial. Musik skinhead juga diperebutkan oleh anak-anak muda simpatisan Nazi. Beberapa band pun cemas akan fenomena tersebut, seperti The Press, Life’s Blood, Oi Polloi, dan tentu saja, The Oppressed. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana paham neo-fasis memanfaatkan anak-anak muda Inggris lewat subkultur, saya menyarankan untuk menonton This is England (2006) karya sutradara Shane Meadows. The Oppressed paham bahwa neo-fasisme juga menjangkiti sepak bola, sehingga mereka merasa perlu untuk membuat sebuah lagu perlawanan yang berjudul “Antifa Hooligan”. Di Eropa, tidak ada klub selain St. Pauli yang memiliki kecenderungan politik suporter yang anti-fasis. Ultras St. Pauli sering dinobatkan sebagai suporter sayap kiri paling militan. Anda bisa telusuri puluhan artikel serta buku yang menjelaskan bagaimana di mata mereka sepak bola bukan sekadar apa yang terjadi di atas lapangan. #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Hools sering memakai casuals, guna untuk melabuhi lawannya atau kepolisian. Ataupun menghindari sorotan media kepadanya. Karena pada prinsipnya mereka sangat membenci media. Karena bagi hools media adalah sarang penipuan dimana media kebanyakan hanya memberitakan satu sisi tentang mereka (negatif) dan tak pernah tau sisi lainnya tentang hools karena sejatinya seseorang tidak akan pernah tau hal itu apabila tidak menjadi salah satu bagian diantaranya .
.
#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Hools sering memakai casuals, guna untuk melabuhi lawannya atau kepolisian. Ataupun menghindari sorotan media kepadanya. Karena pada prinsipnya mereka sangat membenci media. Karena bagi hools media adalah sarang penipuan dimana media kebanyakan hanya memberitakan satu sisi tentang mereka (negatif) dan tak pernah tau sisi lainnya tentang hools karena sejatinya seseorang tidak akan pernah tau hal itu apabila tidak menjadi salah satu bagian diantaranya . . #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Salah satu gaya hidup hooligans memang sering terjadi perkelahian. Perkelahian menurut mereka adalah suatu kebiasaan yang mereka lakukan ntah hanya sekedar bertahan dari serang lawan ataupun untuk melampiaskan kepada pihak lain. Hools kerap kali melakukan pertarungan dengam hools lain guna untuk mecari firm manaa yamg terbaik.

#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Salah satu gaya hidup hooligans memang sering terjadi perkelahian. Perkelahian menurut mereka adalah suatu kebiasaan yang mereka lakukan ntah hanya sekedar bertahan dari serang lawan ataupun untuk melampiaskan kepada pihak lain. Hools kerap kali melakukan pertarungan dengam hools lain guna untuk mecari firm manaa yamg terbaik. #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Membahas tentang Hooligans, rasanya tidak lengkap bila tidak diulas semuanya. Baik dari segi gaya  ataupun lainnya. Ya, hooligans sendiri sering sekali berpakaian casuals ala designer mahal dsb. Guna mereka berpakaian seperti itu karena untuk menghindari aparat kepolisian dan agar dapat menghindarinya. Apabila hooligans menggunakan atribut kebanggan mereka maka akan gampang dikenali bahwa mereka ada dan keberadaannya gampang terdeteksi. Hooligans sendiri sering memakai pakaian brand dan sepatu yang berAdidas serta hooligans sendiri tentu memakai barang Original. Brand yang kerap dipakai seperti ; Sergio Tacchini, Lyle&Scoot, Fila, Adidas, Stone Island, Aquastum, Paul & Shark, Lacoste, Uniqlo, CP Company, Polo Ralph Lauren, Ellese, Peacefull Hooligans, Burberrys, Napapijri, Fred Perry, Londsdale dan masih banyak lagi.

#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Membahas tentang Hooligans, rasanya tidak lengkap bila tidak diulas semuanya. Baik dari segi gaya ataupun lainnya. Ya, hooligans sendiri sering sekali berpakaian casuals ala designer mahal dsb. Guna mereka berpakaian seperti itu karena untuk menghindari aparat kepolisian dan agar dapat menghindarinya. Apabila hooligans menggunakan atribut kebanggan mereka maka akan gampang dikenali bahwa mereka ada dan keberadaannya gampang terdeteksi. Hooligans sendiri sering memakai pakaian brand dan sepatu yang berAdidas serta hooligans sendiri tentu memakai barang Original. Brand yang kerap dipakai seperti ; Sergio Tacchini, Lyle&Scoot, Fila, Adidas, Stone Island, Aquastum, Paul & Shark, Lacoste, Uniqlo, CP Company, Polo Ralph Lauren, Ellese, Peacefull Hooligans, Burberrys, Napapijri, Fred Perry, Londsdale dan masih banyak lagi. #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Dari berbagai unsur yang dianut oleh suporter Indonesia yakni Hooligans. Yaks Hooligans merupakan suatu aliran yang mempunyai keyakinan mendukung klub nya dengan cara berbeda. Dengan tidak sering memberikan chant kepqda klub nya saja tetapi ada teror sebelum laga atau selama laga berlangsung kepada kubu lawan. Chant Rasis dan teror kerap diberikan. Dan satu lagi Hooligans sangat benci dengan Media baik pemberitaan ataupun sekedar eksis di sosial media karena mereka cenderung menyembunyikan identitasnya. Masih penasaran dengan hooligans? Chek post berikutnya!

#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Dari berbagai unsur yang dianut oleh suporter Indonesia yakni Hooligans. Yaks Hooligans merupakan suatu aliran yang mempunyai keyakinan mendukung klub nya dengan cara berbeda. Dengan tidak sering memberikan chant kepqda klub nya saja tetapi ada teror sebelum laga atau selama laga berlangsung kepada kubu lawan. Chant Rasis dan teror kerap diberikan. Dan satu lagi Hooligans sangat benci dengan Media baik pemberitaan ataupun sekedar eksis di sosial media karena mereka cenderung menyembunyikan identitasnya. Masih penasaran dengan hooligans? Chek post berikutnya! #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Dari berbagai unsur kelompok pendukung sebuah klub di Indonesia banyak berbagai unsur, salah satunya yakni beraliran Ultras. Ada yang menamakan Curva Nord, Curva Sud, bahkan Curva West. Tergantung dimana letak tribun yang mereka tempati saat mendukung klub kebanggaannya! 
#manajemenproyek
#tugasmanajemenproyek
[TUGAS KULIAH] Dari berbagai unsur kelompok pendukung sebuah klub di Indonesia banyak berbagai unsur, salah satunya yakni beraliran Ultras. Ada yang menamakan Curva Nord, Curva Sud, bahkan Curva West. Tergantung dimana letak tribun yang mereka tempati saat mendukung klub kebanggaannya! #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek 
[TUGAS KULIAH]
Dalam dunia rivalitas suporter klub sepakbola yang ada di negara Indonesia sendiri kebanyakan berasal sejak dulu. Dimana cikal bakal rivalitas itu terjadi sejak zaman perserikatan atau galatama. 
Terdapat beberapa aliran suporter memang yang ada di Indonesia dari unsur Mania, Hooligans (Firm), Ultras, Barbravas, Antifa, HardLine dan lain sebagainya. Tetapi kebanyakan di Indonesia adalah Mania sebagai bentukan unsur suporter di Negara Kita ini.

#manajemenproyek #tugasmanajemenproyek #managementproyek
[TUGAS KULIAH] Dalam dunia rivalitas suporter klub sepakbola yang ada di negara Indonesia sendiri kebanyakan berasal sejak dulu. Dimana cikal bakal rivalitas itu terjadi sejak zaman perserikatan atau galatama. Terdapat beberapa aliran suporter memang yang ada di Indonesia dari unsur Mania, Hooligans (Firm), Ultras, Barbravas, Antifa, HardLine dan lain sebagainya. Tetapi kebanyakan di Indonesia adalah Mania sebagai bentukan unsur suporter di Negara Kita ini. #manajemenproyek  #tugasmanajemenproyek  #managementproyek 
"Akan datang orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dengan cara yang tepat. Percayalah, bahwa hal itu akan terjadi! Tugas kita, tinggal pastikan bahwa kita terus memperbaiki diri sendiri, agar tepat siap saat moment itu tiba."
.
.
.
.
.
.
.
#lacoste #lacosteshirt #lacostefrance #lacosteshirtfrance #france🇫🇷 #indahpadawaktunya
[TUGAS KULIAH]
Di salah satu bagian dari buku dengan judul How Soccer Explains the World: The Unlikely Theory of Globalization atau terjemahan dalam bahasa Indonesia yaitu Memahami Dunia Lewat Sepakbola: Kajian Tak Lazim tentang Sosial-Politik Globalisasi, Franklin Foer menceritakan pengamatannya di salah satu pertandingan yang mungkin lazim kita kenal sebagai salah satu pertandingan dengan bumbu rivalitas yang kentara. Pertandingan tersebut mempertemukan Glasgow Celtic melawan Glasgow Rangers.

Menurutnya, hari pertandingan antara Celtic dengan Rangers selalu menjadi hari yang paling rawan gesekan. Pertikaian antara kedua seteru yang menghuni satu kota ini telah menghasilkan kisah-kisah horor persepakbolaan. Hal tersebut bisa tergambar pada beberapa contoh, di antaranya adalah ada yang ditolak bekerja karena mendukung kesebelasan lawan, serta ada suporter yang dibunuh karena mengenakan jersey di lingkungan yang salah. Seakan-akan, yang terjadi adalah tidak ada yang lebih dibenci selain tetangga sendiri.

Ironis, dalam perkembangannya, perseteruan di antara kedua kesebelasan tersebut sudah bukan berada pada batas kebencian. Tapi lebih dari itu. Bagaikan perseteruan yang belum tuntas antara Katolik dengan gerakan Reformasi Protestan, yel-yel yang begitu dogmatis, yaitu “lutut kami berkubang darah orang Feni” identik dengan pendukung kesebelasan Glasgow Rangers yang Protestan.

Saat berada di kandang, di Stadion Ibrox, mereka leluasa dalam menyusun narasi yel-yel. Salah satunya yang pernah dilakukan adalah “kalau kau benci bangsat-bangsat Feni tepuk tanganlah!”. Istilah “Feni” ini merujuk pada pendukung kesebelasan Glasgow Celtic yang turun-temurun Katolik.

Pada akhirnya, kalau kita hanya terus menerus merawat kebebalan, anti-pemahaman dalam menafsirkan istilah “rivalitas” maka selamanya kita hanya akan berkutat pada tindakan semacam emosi, konflik, kemarahan, pertengkaran, perpecahan, tindakan rasis, saling mengancam maupun intimidasi, bertindak subversif, bersikap semena-mena dan semaunya sendiri hingga yang terparah adalah tindakan pembunuhan. Jadi, kalau memang begini, hapus saja istilah “rivalitas” dari kamus sepakbola!
#ManajemenProyek
#Hooligans #thefirm
[TUGAS KULIAH] Di salah satu bagian dari buku dengan judul How Soccer Explains the World: The Unlikely Theory of Globalization atau terjemahan dalam bahasa Indonesia yaitu Memahami Dunia Lewat Sepakbola: Kajian Tak Lazim tentang Sosial-Politik Globalisasi, Franklin Foer menceritakan pengamatannya di salah satu pertandingan yang mungkin lazim kita kenal sebagai salah satu pertandingan dengan bumbu rivalitas yang kentara. Pertandingan tersebut mempertemukan Glasgow Celtic melawan Glasgow Rangers. Menurutnya, hari pertandingan antara Celtic dengan Rangers selalu menjadi hari yang paling rawan gesekan. Pertikaian antara kedua seteru yang menghuni satu kota ini telah menghasilkan kisah-kisah horor persepakbolaan. Hal tersebut bisa tergambar pada beberapa contoh, di antaranya adalah ada yang ditolak bekerja karena mendukung kesebelasan lawan, serta ada suporter yang dibunuh karena mengenakan jersey di lingkungan yang salah. Seakan-akan, yang terjadi adalah tidak ada yang lebih dibenci selain tetangga sendiri. Ironis, dalam perkembangannya, perseteruan di antara kedua kesebelasan tersebut sudah bukan berada pada batas kebencian. Tapi lebih dari itu. Bagaikan perseteruan yang belum tuntas antara Katolik dengan gerakan Reformasi Protestan, yel-yel yang begitu dogmatis, yaitu “lutut kami berkubang darah orang Feni” identik dengan pendukung kesebelasan Glasgow Rangers yang Protestan. Saat berada di kandang, di Stadion Ibrox, mereka leluasa dalam menyusun narasi yel-yel. Salah satunya yang pernah dilakukan adalah “kalau kau benci bangsat-bangsat Feni tepuk tanganlah!”. Istilah “Feni” ini merujuk pada pendukung kesebelasan Glasgow Celtic yang turun-temurun Katolik. Pada akhirnya, kalau kita hanya terus menerus merawat kebebalan, anti-pemahaman dalam menafsirkan istilah “rivalitas” maka selamanya kita hanya akan berkutat pada tindakan semacam emosi, konflik, kemarahan, pertengkaran, perpecahan, tindakan rasis, saling mengancam maupun intimidasi, bertindak subversif, bersikap semena-mena dan semaunya sendiri hingga yang terparah adalah tindakan pembunuhan. Jadi, kalau memang begini, hapus saja istilah “rivalitas” dari kamus sepakbola! #ManajemenProyek  #Hooligans  #thefirm 
[TUGAS KULIAH]
Sejauh ini saya hanya bisa menjelaskan istilah “rivalitas” dengan menyitir dari apa yang dikatakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Memang, sangat sulit sekali dalam mengartikan makna kata tersebut.

Toh, pada akhirnya, setelah tidak mendapatkan referensi, kita akan menganggap KBBI sebagai sebuah kitab suci yang dengan apa saja yang ada di sana sebagai hal yang harus dipercaya dan diyakini. Bahkan seringkali dijadikan sesuatu yang bersifat dogmatis. KBBI, setidaknya menyebutkan arti “rivalitas” ke dalam beberapa hal, yaitu; perihal rival; pertentangan; permusuhan; dan persaingan.

Setidaknya, dalam kamus di dunia persepakbolaan, kata “rivalitas” sangat sering sekali digunakan. Penggunaan tersebut berakar pada dua kesebelasan yang terdefinisi dari: persaingan antara kesebelasan yang satu dengan yang lainnya, sejarah berdiri masing-masing kesebelasan, jumlah trofi yang telah didapatkan, loyalitas kelompok pendukungnya, hingga catatan-catatan paling terbaik ataupun paling buruk yang pernah diukir dari pertemuan yang telah dilakukan kesebelasan-kesebelasan tersebut. Imbasnya, adagium “musuh bebuyutan” menjadi frasa yang melekat dalam pemahaman “rivalitas” itu sendiri.

Namun, sampai kapankah kita memaknai “rivalitas” dengan terus-menerus mendangkalkan otak? Rivalitas pada akhirnya hanya bermuara pada kesebelasan yang satu akan selalu bertentangan dengan kesebelasan rivalnya, para kelompok pendukung kesebelasan yang satu akan selalu bertentangan dengan kelompok pendukung kesebelasan rivalnya, hingga pelatih maupun ofisial kesebelasan yang satu selalu bertentangan dengan pelatih maupun ofisial kesebelasan rivalnya.

Yang ada dari sikap tersebut hanyalah emosi semata, suka menyulut kemarahan, pertengkaran, saling mengancam, bertindak subversif, maupun bersikap semena-mena. Dari kesemuanya itu membuat kita lupa satu hal yaitu: aspek kemanusiaan.

Apakah kebencian-kebencian yang dihasilkan dari kesalahan dalam menafsirkan istilah “rivalitas” ini akan terus kita pupuk? Sampai kapankah kita tidak mau belajar dari perihal maupun sikap-sikap bodoh yang pernah kita lakukan dengan mengatasnamakan “rivalitas”? Ataukah memang, inilah yang banyak terjadi
[TUGAS KULIAH] Sejauh ini saya hanya bisa menjelaskan istilah “rivalitas” dengan menyitir dari apa yang dikatakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Memang, sangat sulit sekali dalam mengartikan makna kata tersebut. Toh, pada akhirnya, setelah tidak mendapatkan referensi, kita akan menganggap KBBI sebagai sebuah kitab suci yang dengan apa saja yang ada di sana sebagai hal yang harus dipercaya dan diyakini. Bahkan seringkali dijadikan sesuatu yang bersifat dogmatis. KBBI, setidaknya menyebutkan arti “rivalitas” ke dalam beberapa hal, yaitu; perihal rival; pertentangan; permusuhan; dan persaingan. Setidaknya, dalam kamus di dunia persepakbolaan, kata “rivalitas” sangat sering sekali digunakan. Penggunaan tersebut berakar pada dua kesebelasan yang terdefinisi dari: persaingan antara kesebelasan yang satu dengan yang lainnya, sejarah berdiri masing-masing kesebelasan, jumlah trofi yang telah didapatkan, loyalitas kelompok pendukungnya, hingga catatan-catatan paling terbaik ataupun paling buruk yang pernah diukir dari pertemuan yang telah dilakukan kesebelasan-kesebelasan tersebut. Imbasnya, adagium “musuh bebuyutan” menjadi frasa yang melekat dalam pemahaman “rivalitas” itu sendiri. Namun, sampai kapankah kita memaknai “rivalitas” dengan terus-menerus mendangkalkan otak? Rivalitas pada akhirnya hanya bermuara pada kesebelasan yang satu akan selalu bertentangan dengan kesebelasan rivalnya, para kelompok pendukung kesebelasan yang satu akan selalu bertentangan dengan kelompok pendukung kesebelasan rivalnya, hingga pelatih maupun ofisial kesebelasan yang satu selalu bertentangan dengan pelatih maupun ofisial kesebelasan rivalnya. Yang ada dari sikap tersebut hanyalah emosi semata, suka menyulut kemarahan, pertengkaran, saling mengancam, bertindak subversif, maupun bersikap semena-mena. Dari kesemuanya itu membuat kita lupa satu hal yaitu: aspek kemanusiaan. Apakah kebencian-kebencian yang dihasilkan dari kesalahan dalam menafsirkan istilah “rivalitas” ini akan terus kita pupuk? Sampai kapankah kita tidak mau belajar dari perihal maupun sikap-sikap bodoh yang pernah kita lakukan dengan mengatasnamakan “rivalitas”? Ataukah memang, inilah yang banyak terjadi
“Butuh waktu untuk tertawa, tertawalah. Butuh waktu untuk menangis, menangislah. Itu manusiawi, setelah puas kembalilah fokus pada tujuan hidup.” – Harry Slyman
.
.
.
.
#casualstyle #thenorthface #lacosteoriginal #lacoste #shirtlacoste #tshirtlacoste #casuals #indocasuals
[TUGAS KULIAH]
Sepak Bola ? Ya siapa yang tak tau mengenai olahraga yang satu ini, olahraga yang beranggotakan 11 pemain dalam 1 timnya ini sangat digandrungi baik dari kalangan muda, tua, pria dan wanita bahkan lansia pun juga menggemari olahraga yang satu ini. Betapa banyaknya fans / suporter sepakbola di Indonesia yang ada. Bahkan tak sedikit jika klub daerah atau TimNas sekalipun menjalankan sebuah laga pertandingan suporter bisa memenuhi satu stadion yang berkapasitas puluhan ribu dengan penuh sesaknya. Yaps, dapat dibayangkan dimana ada sebuah pertandingan sepakbola ntah siapa yang berlaga (baik skala klub/TimNas) suporter selalu hadir. Eratnya antara Klub dengan Suporter bagaikan Sayur tanpa garam, akan terasa hampa apabila salah satu darinya terpisahkan.
Dalam hal ini, suporter memiliki hal yang sangat penting, yakni memberikan dukungan secara moril maupun materil. Andaikata ada sebuah klub yang tidak mempunyai basis suporter maka klub itu kemungkinan besar sulit berprestasi. Meskipun klub tersebut mempunyai manajemen yang handal, pemain bintang dengan permainan yang menarik serta pembinaan pemain muda yang bagus. Tanpa suporter klub tidak mempunyai arti apa-apa.

Pada postingan saya kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang isu yang lagi melanda persepakbolaan Indonesia. Yakni mengenai "Rivalitas Suporter Sepakbola di Indonesia". Yaps bahasan ini lebih condong ke pemain ke-12 yakni pemain yang tak pernah bisa digantikan dan juga takada cadangannya. Yakni SUPORTER. Kenapa bisa terjadi bumbu-bumbu rivalitas.? Ya tentu saja semua tidak terjadi secara instan dan begitu saja. Kebanyakan penyebabnya adalah karena kesalahpahaman. Entah itu diawali karena kesalahan ketika menyambut suporter tamu, hasil pertandingan yang tidak bisa diterima, saling ejek atau kejadian-kejadian lainnya. Berbeda dengan penyebab permusuhan suporter di Eropa yang dilatarbelakangi oleh dampak budaya, ideologis, lingkungan sosial, peperangan dan lainnya yang cukup layak dijadikan sebuah alasan untuk saling membenci.

Demikian ulasan pertama dari saya, berikutnya akan dilanjutkan pada postingan ke-2 pada sabtu depan.

#ManajemenProyek #sepakbolaindonesia
#RivalitasSuporter
[TUGAS KULIAH] Sepak Bola ? Ya siapa yang tak tau mengenai olahraga yang satu ini, olahraga yang beranggotakan 11 pemain dalam 1 timnya ini sangat digandrungi baik dari kalangan muda, tua, pria dan wanita bahkan lansia pun juga menggemari olahraga yang satu ini. Betapa banyaknya fans / suporter sepakbola di Indonesia yang ada. Bahkan tak sedikit jika klub daerah atau TimNas sekalipun menjalankan sebuah laga pertandingan suporter bisa memenuhi satu stadion yang berkapasitas puluhan ribu dengan penuh sesaknya. Yaps, dapat dibayangkan dimana ada sebuah pertandingan sepakbola ntah siapa yang berlaga (baik skala klub/TimNas) suporter selalu hadir. Eratnya antara Klub dengan Suporter bagaikan Sayur tanpa garam, akan terasa hampa apabila salah satu darinya terpisahkan. Dalam hal ini, suporter memiliki hal yang sangat penting, yakni memberikan dukungan secara moril maupun materil. Andaikata ada sebuah klub yang tidak mempunyai basis suporter maka klub itu kemungkinan besar sulit berprestasi. Meskipun klub tersebut mempunyai manajemen yang handal, pemain bintang dengan permainan yang menarik serta pembinaan pemain muda yang bagus. Tanpa suporter klub tidak mempunyai arti apa-apa. Pada postingan saya kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang isu yang lagi melanda persepakbolaan Indonesia. Yakni mengenai "Rivalitas Suporter Sepakbola di Indonesia". Yaps bahasan ini lebih condong ke pemain ke-12 yakni pemain yang tak pernah bisa digantikan dan juga takada cadangannya. Yakni SUPORTER. Kenapa bisa terjadi bumbu-bumbu rivalitas.? Ya tentu saja semua tidak terjadi secara instan dan begitu saja. Kebanyakan penyebabnya adalah karena kesalahpahaman. Entah itu diawali karena kesalahan ketika menyambut suporter tamu, hasil pertandingan yang tidak bisa diterima, saling ejek atau kejadian-kejadian lainnya. Berbeda dengan penyebab permusuhan suporter di Eropa yang dilatarbelakangi oleh dampak budaya, ideologis, lingkungan sosial, peperangan dan lainnya yang cukup layak dijadikan sebuah alasan untuk saling membenci. Demikian ulasan pertama dari saya, berikutnya akan dilanjutkan pada postingan ke-2 pada sabtu depan. #ManajemenProyek  #sepakbolaindonesia  #RivalitasSuporter 
"Karena sejatinya sebuah pencapaian didapatkan dari sebuah perjuangan juga yang engkau jalani, disela perjuanganmu pastilah ada sepenggal hal yang menyendatmu untuk mencapai tujuanmu. Jangan ambil pusing atas sepenggal hal yang mengganggu mu! Tinggal kesampingkan saja toh hal yang membuat mu tersendat?" #sony #sonym5dual #uniqlo #uniqlonavajo #uniqlonavajored #jakartaisred
"Karena sejatinya sebuah pencapaian didapatkan dari sebuah perjuangan juga yang engkau jalani, disela perjuanganmu pastilah ada sepenggal hal yang menyendatmu untuk mencapai tujuanmu. Jangan ambil pusing atas sepenggal hal yang mengganggu mu! Tinggal kesampingkan saja toh hal yang membuat mu tersendat?" #sony  #sonym5dual  #uniqlo  #uniqlonavajo  #uniqlonavajored  #jakartaisred 
Ketika musibah datang itulah cobaan hidup kita, tak perlu disesali terlalu lama. Karena  Semua takdir kita benar-benar sudah ditulis rapi.. Mulai dari awal kita hidup sampai menuju detik kematian kita.. Bahkan nasib beruntung tidaknya kita kelak, neraka yg mengerikan atau surga yang indah.. Semua pun sudah tertuliskan.. Tapi dari semua lembaran catatan nasib kita yang tertulis jelas di Lauh Mahfudz, masih ada beberapa lembaran kosong yang sengaja Allah siapkan untuk kita tulis sendiri.. Kita bisa menulis lembaran kosong itu dengan sesuka hati.. Lembaran kosong dimana kita bebas untuk mengekspresikan dimana kita bebas untuk mengekspesikan diri.... #keepthefaith
Ketika musibah datang itulah cobaan hidup kita, tak perlu disesali terlalu lama. Karena  Semua takdir kita benar-benar sudah ditulis rapi.. Mulai dari awal kita hidup sampai menuju detik kematian kita.. Bahkan nasib beruntung tidaknya kita kelak, neraka yg mengerikan atau surga yang indah.. Semua pun sudah tertuliskan.. Tapi dari semua lembaran catatan nasib kita yang tertulis jelas di Lauh Mahfudz, masih ada beberapa lembaran kosong yang sengaja Allah siapkan untuk kita tulis sendiri.. Kita bisa menulis lembaran kosong itu dengan sesuka hati.. Lembaran kosong dimana kita bebas untuk mengekspresikan dimana kita bebas untuk mengekspesikan diri.... #keepthefaith 
Woi renang lah . . . . .
Woi renang lah . . . . .