an online Instagram web viewer

#semangatbelajarislam medias

Photos

KHAMR MEMABUKKAN

Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91) “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), judi, berhala, dan mengundi nasib adalah najis yang merupakan perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat kemenangan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al-Maidah: 90-91)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللهُ الْخَمْرَ، وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وبَائِعَهَا ومُبْتَاعَهَا وحَامِلَهَا والْمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَـمَنِهَا “Allah melaknat khamr, dan juga melaknat peminumnya, orang yang memberi minum, orang yang memerasnya (membuatnya), orang yang meminta diperaskan (minta dibuatkan khamr), penjualnya, pembelinya, pembawanya, orang yang dibawakan kepadanya, dan orang yang memakan hasil penjualan khamr.” (HR. Ahmad, no. 5716 dan yang lainnya. Shahih, lihat ar-Raudh an-Nadhir no. 216, al-Irwa` no. 1529)

Jelas ya HARAM
No need to ask anymore!

Semoga manfa'at

Twitter @IslamDiaries

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
KHAMR MEMABUKKAN Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91) “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), judi, berhala, dan mengundi nasib adalah najis yang merupakan perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat kemenangan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al-Maidah: 90-91) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَعَنَ اللهُ الْخَمْرَ، وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وبَائِعَهَا ومُبْتَاعَهَا وحَامِلَهَا والْمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَـمَنِهَا “Allah melaknat khamr, dan juga melaknat peminumnya, orang yang memberi minum, orang yang memerasnya (membuatnya), orang yang meminta diperaskan (minta dibuatkan khamr), penjualnya, pembelinya, pembawanya, orang yang dibawakan kepadanya, dan orang yang memakan hasil penjualan khamr.” (HR. Ahmad, no. 5716 dan yang lainnya. Shahih, lihat ar-Raudh an-Nadhir no. 216, al-Irwa` no. 1529) Jelas ya HARAM No need to ask anymore! Semoga manfa'at Twitter @IslamDiaries @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM MENGABARKAN TENTANG MUSIK

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?

Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590)

Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini?

Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,

إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان “Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”
(HR. Hakim 4/40, Baihaqi 4/69)

Kedua hadits di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik

Kalau musik Islami gimana? Bukankah hal itu mengandung kebaikan?

Maka kita jawab, ia benar. Hal itu mengandung kebaikan, tapi menurut siapa? Jika Allah dan Rasul-Nya menganggap hal itu adalah baik dan menjadi salah satu cara terbaik dalam berdakwah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama kali melakukan hal tersebut

Sumber : Muslim.or.id

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM MENGABARKAN TENTANG MUSIK Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik? Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda, ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590) Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini? Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda, إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان “Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.” (HR. Hakim 4/40, Baihaqi 4/69) Kedua hadits di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik Kalau musik Islami gimana? Bukankah hal itu mengandung kebaikan? Maka kita jawab, ia benar. Hal itu mengandung kebaikan, tapi menurut siapa? Jika Allah dan Rasul-Nya menganggap hal itu adalah baik dan menjadi salah satu cara terbaik dalam berdakwah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama kali melakukan hal tersebut Sumber : Muslim.or.id @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
BUKAN PRIBADI STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan)

Telah diketahui bahwa shalat dapat mencegah seseorang dari melakukan perbuatan buruk

Sebagaimana firman Allah Ta'ala,
dalam Al Quran;

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar” (QS. Al-Ankabut: 45)

Tatkala ada sahabat yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Didapati ada seseorang yang shalat di malam hari tetapi saat pagi hari ia mencuri. Bagaimana halnya demikian...?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُوْلُ “Sungguh shalatnya tersebut akan mencegah dari apa yang ia katakan (mencuri dan perbuatan buruk lainnya)...” (Shahih, HR. Ahmad: 2/447)

Lalu apa yang salah?

Mungkin tidak terpenuhi rukun, syarat dan hukum-hukum shalat

Bisa jadi hanya menunaikan shalat, bukan menegakkan shalat

Sekedar gugur kewajiban, khusyu' tak lagi didapatkan

Mari benahi shalat kita

Jangan jadi pribadi STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan)

Sumber : Sahabat Ilmu

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
BUKAN PRIBADI STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan) Telah diketahui bahwa shalat dapat mencegah seseorang dari melakukan perbuatan buruk Sebagaimana firman Allah Ta'ala, dalam Al Quran; وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar” (QS. Al-Ankabut: 45) Tatkala ada sahabat yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Didapati ada seseorang yang shalat di malam hari tetapi saat pagi hari ia mencuri. Bagaimana halnya demikian...?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُوْلُ “Sungguh shalatnya tersebut akan mencegah dari apa yang ia katakan (mencuri dan perbuatan buruk lainnya)...” (Shahih, HR. Ahmad: 2/447) Lalu apa yang salah? Mungkin tidak terpenuhi rukun, syarat dan hukum-hukum shalat Bisa jadi hanya menunaikan shalat, bukan menegakkan shalat Sekedar gugur kewajiban, khusyu' tak lagi didapatkan Mari benahi shalat kita Jangan jadi pribadi STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan) Sumber : Sahabat Ilmu @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
MAAFKANLAH DIA

Sakit hati, mengapa terus dipelihara?
Obatilah dengan memaafkannya

Tidak seperti ketika sakit dibadan
Seringkali seseorang malah 'memelihara' sakit di hatinya. SAKITNYA TUH DISINI kalo kata orang

Padahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya. Sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya

Dan diantara OBAT PELIPUR HATI YANG PALING AMPUH ADALAH MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita

Karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita, dan ketika sumber sakitnya teratasi, tentu sakit hati kita akan hilang sendiri

Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi bila memaafkan orang lain
Padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus

Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya duluan

Padahal apakah dia akan melakukan hal yg sama saat badannya disakiti orang lain?
Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya?

Maafkanlah kesalahan orang lain
Karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR kita

Maafkanlah dia
Karena dengannya Allah menjanjikan pahala yg tiada tara: (Artinya) "Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yg menentukannya)". [QS. Asy-Syuro: 40]

Maafkanlah dia
Karena dengannya Allah akan mengampuni Anda : (Artinya) "Maafkanlah, dan berlapang dadalah, tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?!" [QS. Annur: 22]

Maafkanlah dia
Karena setiap anak adam itu banyak salah, dan tentunya kita senang bila dimaafkan orang lain

Padahal Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- telah bersabda: "Tidaklah sempurna iman seseorang, hingga dia menyukai untuk orang lain, apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri". [HR. Bukhori Muslim]

Maafkanlah dia
Karena kita harusnya bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan kita lebih tinggi darinya

Kita yg disalahi
Bukan orang yang menyalahi

Maafkanlah dia
Agar sakit hati kita segera hilang
Agar hati kita menjadi ringan, bahagia, dan lapang

Ditulis oleh Ustadz Musyaffa' Ad Dariny, MA

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
MAAFKANLAH DIA Sakit hati, mengapa terus dipelihara? Obatilah dengan memaafkannya Tidak seperti ketika sakit dibadan Seringkali seseorang malah 'memelihara' sakit di hatinya. SAKITNYA TUH DISINI kalo kata orang Padahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya. Sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya Dan diantara OBAT PELIPUR HATI YANG PALING AMPUH ADALAH MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita Karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita, dan ketika sumber sakitnya teratasi, tentu sakit hati kita akan hilang sendiri Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi bila memaafkan orang lain Padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya duluan Padahal apakah dia akan melakukan hal yg sama saat badannya disakiti orang lain? Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya? Maafkanlah kesalahan orang lain Karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR kita Maafkanlah dia Karena dengannya Allah menjanjikan pahala yg tiada tara: (Artinya) "Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yg menentukannya)". [QS. Asy-Syuro: 40] Maafkanlah dia Karena dengannya Allah akan mengampuni Anda : (Artinya) "Maafkanlah, dan berlapang dadalah, tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?!" [QS. Annur: 22] Maafkanlah dia Karena setiap anak adam itu banyak salah, dan tentunya kita senang bila dimaafkan orang lain Padahal Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- telah bersabda: "Tidaklah sempurna iman seseorang, hingga dia menyukai untuk orang lain, apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri". [HR. Bukhori Muslim] Maafkanlah dia Karena kita harusnya bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan kita lebih tinggi darinya Kita yg disalahi Bukan orang yang menyalahi Maafkanlah dia Agar sakit hati kita segera hilang Agar hati kita menjadi ringan, bahagia, dan lapang Ditulis oleh Ustadz Musyaffa' Ad Dariny, MA @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
SAYYIDUL ISTIGHFAR: ISTIGHFAR TERBAIK

Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , "Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :

ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAHA ILLA ANTA 
KHALAQTANII WA ANA 'ABDUKA 
WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU 
A'UDZU BIKA MIN SYARRI MA SHANA'TU 
ABU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA WA ABU`U BIDZANBII
FAGHFIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ DZUNUBA ILLA ANTA

Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.
Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kpd ku & aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku.
Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau

Beliau bersabda : “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga.
Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga

Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh: Imam al-Bukhari dalam shahîhnya (no. 6306, 6323) dan al-Adabul Mufrad (no. 617, 620), Imam an-Nasâ-i (VIII/279), as-Sunanul Kubra (no. 9763, 10225), dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 19, 468, dan 587)

Semoga manfa'at

Sumber : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
SAYYIDUL ISTIGHFAR: ISTIGHFAR TERBAIK Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , "Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan : ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAHA ILLA ANTA KHALAQTANII WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UDZU BIKA MIN SYARRI MA SHANA'TU ABU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA WA ABU`U BIDZANBII FAGHFIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ DZUNUBA ILLA ANTA Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kpd ku & aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau Beliau bersabda : “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh: Imam al-Bukhari dalam shahîhnya (no. 6306, 6323) dan al-Adabul Mufrad (no. 617, 620), Imam an-Nasâ-i (VIII/279), as-Sunanul Kubra (no. 9763, 10225), dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 19, 468, dan 587) Semoga manfa'at Sumber : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
KAPAN MAU HIJRAH?

Allah Ta’ala menyeru kita :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. Ali Imran: 133)

Dalam ayat di atas disuruh bersegera bertaubat. Ini berarti disuruh pula untuk segera meninggalkan maksiat dan raihlah ampunan Allah. Ini maksud yang sama yang berisi perintah untuk segera berhijrah.

Imam Asy-Syaukani dalam Fath Al-Qadir menyatakan :

Bersegeralah meraih ampunan Allah dengan melakukan ketaatan.” Semoga kita bisa semangat terus dalam berhijrah, menjadi lebih baik mulai saat ini dan bisa terus istiqamah

Sumber : https://rumaysho.com/12977-kapan-mau-hijrah.html

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
KAPAN MAU HIJRAH? Allah Ta’ala menyeru kita : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. Ali Imran: 133) Dalam ayat di atas disuruh bersegera bertaubat. Ini berarti disuruh pula untuk segera meninggalkan maksiat dan raihlah ampunan Allah. Ini maksud yang sama yang berisi perintah untuk segera berhijrah. Imam Asy-Syaukani dalam Fath Al-Qadir menyatakan : Bersegeralah meraih ampunan Allah dengan melakukan ketaatan.” Semoga kita bisa semangat terus dalam berhijrah, menjadi lebih baik mulai saat ini dan bisa terus istiqamah Sumber : https://rumaysho.com/12977-kapan-mau-hijrah.html @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menggambarkan hubungan persaudaraan antara sesama muslim, ibarat satu jasad. Jika ada yang sakit, yang lain turut merasakannya : "Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas.” (HR. Muslim 2586)

Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang memboikot kawannya – karena masalah dunia – lebih dari 3 hari,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560)

Karena itu, tidak memaafkan kesalahan sesama muslim sementara yang bersalah sudah berusaha untuk minta maaf, diancam amalnya tidak akan diterima.

Dalam hadis tentang pelaporan amal setiap Kamis dan Senin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan : "Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis. Lalu diampuni seluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai…” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ 5/1334, Ahmad 9119, dan Muslim 2565)

Kutipan Artikel : KonsultasiSyariah.com

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menggambarkan hubungan persaudaraan antara sesama muslim, ibarat satu jasad. Jika ada yang sakit, yang lain turut merasakannya : "Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas.” (HR. Muslim 2586) Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang memboikot kawannya – karena masalah dunia – lebih dari 3 hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560) Karena itu, tidak memaafkan kesalahan sesama muslim sementara yang bersalah sudah berusaha untuk minta maaf, diancam amalnya tidak akan diterima. Dalam hadis tentang pelaporan amal setiap Kamis dan Senin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan : "Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis. Lalu diampuni seluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai…” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ 5/1334, Ahmad 9119, dan Muslim 2565) Kutipan Artikel : KonsultasiSyariah.com @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
SHALATLAH, AGAR KAMU INGAT YANG TERLUPAKAN

Ketika itu, dalam posisi sujud, rakaat pertama shalat asar. Tadi pagi ada pesenan, agar membawakan buku x untuk dibawa pulang. Pesanan yang sempat terlupakan selama siang hari. Tiba-tiba melintas, datang dalam ingatan.

Sip… kalau lupa bisa kacau janjiannya.

Bukan teringatnya yang aneh…

Namun, mengapa ingatan semacam ini muncul kembali dalam shalat,

Seolah ada yang sengaja mengingatkanya…

Ternyata dugaan itu tidak salah…, setan mengingatkan ketika shalat…

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh sambil terkentut-kentut, sehingga tidak mendengarkan adzan. Setelah adzan selesai, dia datang lagi. Ketika iqamah dikumandangkan, dia pergi. Setelah selesai iqamah, dia balik lagi, lalu membisikkan dalam hati orang yang shalat: ingat A, ingat B, menngingatkan sesuatu yang tidak terlintas dalam ingatan. Hingga dia lupa berapa jumlah rakaat yang dia kerjakan. (HR. Ahmad 8361, Bukhari 608, Muslim 885 dan yang lainnya)

Subhanallah, terkadang orang mendapat manfaat dalam shalatnya, melalui upaya setan. Meskipun ini merugikan pahala shalatnya.

FATWA ABU HANIFAH

Hadis ini menjadi acuan Imam Abu Hanifah rahimahullah ketika memberikan fatwa kepada orang yang lupa dimana dia menyembunyikan hartanya.

As-Suyuthi  menjelaskan hadis di atas,

Dari hadis ini, Abu Hanifah memberikan kesimpulan untuk menjawab orang yang bertanya kepada beliau, bahwa dirinya telah mengubur hartanya. Sementara dia lupa, di mana dia mengubbur hartanya. Abu Hanifah menasehatkan agar orang ini shalat dan berusaha untuk khusyu, dan tidak memikirkan dunia apapun. Orang inipun mengikuti sarannya Abu Hanifah, dan dia ingat tempat dia mengubur hartanya seketika itu juga. (Tanwir al-Hawalik, hlm. 69)

Shalatlah dengan khusyu, agar anda ingat yang terlupakan…

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
SHALATLAH, AGAR KAMU INGAT YANG TERLUPAKAN Ketika itu, dalam posisi sujud, rakaat pertama shalat asar. Tadi pagi ada pesenan, agar membawakan buku x untuk dibawa pulang. Pesanan yang sempat terlupakan selama siang hari. Tiba-tiba melintas, datang dalam ingatan. Sip… kalau lupa bisa kacau janjiannya. Bukan teringatnya yang aneh… Namun, mengapa ingatan semacam ini muncul kembali dalam shalat, Seolah ada yang sengaja mengingatkanya… Ternyata dugaan itu tidak salah…, setan mengingatkan ketika shalat… Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh sambil terkentut-kentut, sehingga tidak mendengarkan adzan. Setelah adzan selesai, dia datang lagi. Ketika iqamah dikumandangkan, dia pergi. Setelah selesai iqamah, dia balik lagi, lalu membisikkan dalam hati orang yang shalat: ingat A, ingat B, menngingatkan sesuatu yang tidak terlintas dalam ingatan. Hingga dia lupa berapa jumlah rakaat yang dia kerjakan. (HR. Ahmad 8361, Bukhari 608, Muslim 885 dan yang lainnya) Subhanallah, terkadang orang mendapat manfaat dalam shalatnya, melalui upaya setan. Meskipun ini merugikan pahala shalatnya. FATWA ABU HANIFAH Hadis ini menjadi acuan Imam Abu Hanifah rahimahullah ketika memberikan fatwa kepada orang yang lupa dimana dia menyembunyikan hartanya. As-Suyuthi menjelaskan hadis di atas, Dari hadis ini, Abu Hanifah memberikan kesimpulan untuk menjawab orang yang bertanya kepada beliau, bahwa dirinya telah mengubur hartanya. Sementara dia lupa, di mana dia mengubbur hartanya. Abu Hanifah menasehatkan agar orang ini shalat dan berusaha untuk khusyu, dan tidak memikirkan dunia apapun. Orang inipun mengikuti sarannya Abu Hanifah, dan dia ingat tempat dia mengubur hartanya seketika itu juga. (Tanwir al-Hawalik, hlm. 69) Shalatlah dengan khusyu, agar anda ingat yang terlupakan… Oleh Ustadz Ammi Nur Baits @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
AGAMA ADALAH NASEHAT

Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dâri Radhiyallahu anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: “Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat”. Mereka (para sahabat) bertanya,"Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,"Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.” [HR Imam Muslim (no. 55 [95]), Imam Abu ‘Awanah (I/36-37), Imam al-Humaidi (no. 837), Imam Abu Dawud (no. 4944)] Al Khaththabi mengatakan: Nasihat adalah sebuah kalimat yang luas cakupan maknanya. Maknanya adalah menghendaki kebaikan bagi orang yang diberi nasehat

Seseorang yang memberi nasihat diserupakan dengan orang yang menjahit pakaian karena orang yang memberi nasehat kepada orang lain pada hakikatnya adalah memperbaiki orang yang dinasehati, demikian orang yang menjahit baju yang berlubang (ia memperbaiki lubang yang terdapat pada baju tersebut). (Asy-Syarhul Kabiir ‘alal arba’in an nawawiyyah, 183)

Syaikh Shalih Alu Syaikh mengatakan bahwa nasehat dengan makna “menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasehati” adalah makna nasehat berkaitan dengan nasehat untuk para pemimpin kaum muslim dan kaum muslim secara umum

Adapun makna nasehat kepada tiga yang pertama (yaitu kepada Allah, Kitab-Nya dan Rasul-Nya), maka maknanya jalinan hubungan antara dua hal, dimana yang satu memberikan hak kepada yang lainnya. Sehingga tidak ada permusuhan diantara keduanya

Sumber: muslim.or.id dan almanhaj.or.id

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
AGAMA ADALAH NASEHAT Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dâri Radhiyallahu anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: “Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat”. Mereka (para sahabat) bertanya,"Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,"Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.” [HR Imam Muslim (no. 55 [95]), Imam Abu ‘Awanah (I/36-37), Imam al-Humaidi (no. 837), Imam Abu Dawud (no. 4944)] Al Khaththabi mengatakan: Nasihat adalah sebuah kalimat yang luas cakupan maknanya. Maknanya adalah menghendaki kebaikan bagi orang yang diberi nasehat Seseorang yang memberi nasihat diserupakan dengan orang yang menjahit pakaian karena orang yang memberi nasehat kepada orang lain pada hakikatnya adalah memperbaiki orang yang dinasehati, demikian orang yang menjahit baju yang berlubang (ia memperbaiki lubang yang terdapat pada baju tersebut). (Asy-Syarhul Kabiir ‘alal arba’in an nawawiyyah, 183) Syaikh Shalih Alu Syaikh mengatakan bahwa nasehat dengan makna “menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasehati” adalah makna nasehat berkaitan dengan nasehat untuk para pemimpin kaum muslim dan kaum muslim secara umum Adapun makna nasehat kepada tiga yang pertama (yaitu kepada Allah, Kitab-Nya dan Rasul-Nya), maka maknanya jalinan hubungan antara dua hal, dimana yang satu memberikan hak kepada yang lainnya. Sehingga tidak ada permusuhan diantara keduanya Sumber: muslim.or.id dan almanhaj.or.id @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
TAK BISA LARI DARINYA

Ingatlah
Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8)

Harus diyakini
Kematian tak bisa dihindari …

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78)

Semua pun tahu
Tidak ada manusia yang kekal abadi …

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34)

Yang pasti
Allah yang kekal abadi …

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27) “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27)

Lalu
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Sumber : Ustadz 
Muhammad Abduh Tuasikal

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah

#muhasabahdiri #berbagisemangat #islamituindah #istiqomah #muslim #muslimah #islam #instrospeksidiri #hijrah #beraniberhijrah #tausiyah #dakwah #dakwahislam #notetomyself #selfreminder #pengingatdiri #muslimindonesia #hadistoftheday #keepistiqomah #jadilebihbaik #aqidah  #bersyukur #nasihat  #iman #ilmu #ilmuagamaislam #semangatbelajarislam #hadist
TAK BISA LARI DARINYA Ingatlah Tak mungkin seorang pun lari dari kematian … قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8) Harus diyakini Kematian tak bisa dihindari … أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78) Semua pun tahu Tidak ada manusia yang kekal abadi … وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34) Yang pasti Allah yang kekal abadi … كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27) “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27) Lalu Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian … كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Sumber : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah  #muhasabahdiri  #berbagisemangat  #islamituindah  #istiqomah  #muslim  #muslimah  #islam  #instrospeksidiri  #hijrah  #beraniberhijrah  #tausiyah  #dakwah  #dakwahislam  #notetomyself  #selfreminder  #pengingatdiri  #muslimindonesia  #hadistoftheday  #keepistiqomah  #jadilebihbaik  #aqidah  #bersyukur  #nasihat  #iman  #ilmu  #ilmuagamaislam  #semangatbelajarislam  #hadist 
SABAR

Sabar itu menahan Diri

Kita pun harus Sabar dalam Ketaatan. Maksudnya apa?

Sabar dalam ketaatan kepada Allah yaitu seseorang bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Dan perlu diketahui bahwa ketaatan itu adalah berat dan menyulitkan bagi jiwa seseorang. Terkadang pula melakukan ketaatan itu berat bagi badan, merasa malas dan lelah (capek). Juga dalam melakukan ketaatan akan terasa berat bagi harta seperti dalam masalah zakat dan haji. Intinya, namanya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam jiwa dan badan sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
َ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200)

Kita juga harus Sabar dalam Menjauhi Maksiat

Ingatlah bahwa jiwa seseorang biasa memerintahkan dan mengajak kepada kejelekan, maka hendaklah seseorang menahan diri dari perbuatan-perbuatan haram seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan cara bathil dengan riba dan semacamnya, berzina, minum minuman keras, mencuri dan berbagai macam bentuk maksiat lainnya. Seseorang harus menahan diri dari hal-hal semacam ini sampai dia tidak lagi mengerjakannya dan ini tentu saja membutuhkan pemaksaan diri dan menahan diri dari hawa nafsu yang mencekam

Musti sabar Menghadapi Takdir yang Pahit

Ingatlah bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan

Sumber : Rumaysho.com
SABAR Sabar itu menahan Diri Kita pun harus Sabar dalam Ketaatan. Maksudnya apa? Sabar dalam ketaatan kepada Allah yaitu seseorang bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Dan perlu diketahui bahwa ketaatan itu adalah berat dan menyulitkan bagi jiwa seseorang. Terkadang pula melakukan ketaatan itu berat bagi badan, merasa malas dan lelah (capek). Juga dalam melakukan ketaatan akan terasa berat bagi harta seperti dalam masalah zakat dan haji. Intinya, namanya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam jiwa dan badan sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون َ “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200) Kita juga harus Sabar dalam Menjauhi Maksiat Ingatlah bahwa jiwa seseorang biasa memerintahkan dan mengajak kepada kejelekan, maka hendaklah seseorang menahan diri dari perbuatan-perbuatan haram seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan cara bathil dengan riba dan semacamnya, berzina, minum minuman keras, mencuri dan berbagai macam bentuk maksiat lainnya. Seseorang harus menahan diri dari hal-hal semacam ini sampai dia tidak lagi mengerjakannya dan ini tentu saja membutuhkan pemaksaan diri dan menahan diri dari hawa nafsu yang mencekam Musti sabar Menghadapi Takdir yang Pahit Ingatlah bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan Sumber : Rumaysho.com
UKHTI, KAKIMU JUGA AURAT

Diantara aurat wanita yang sering dilalaikan untuk ditutup oleh banyak Muslimah adalah kaki

Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis

Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda,
“wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] “hasan dengan keseluruhan jalannya”) Lalu dengan apa menutup kaki?

Kaki sebagaimana aurat lain, ditutup dengan pakaian yg longgar, tidak tipis, tidak transparan, tidak memperlihatkan bentuk atau lekukan

Adapun qadam (dari pergelangan kaki ke bawah; punggung telapak kaki) boleh ditutup dengan kaus kaki. Atau dengan menjulurkan pakaian sehingga menutup seluruh kaki

Namun, jika Muslimah menutup kaki dengan kaus kaki, sebaiknya hindari warna kaus kaki yang menyerupai warna kulit

Karena dengan warna kaus kaki yang mirip kulit seakan seperti kulit yang terlihat, maka tdk tercapai maksud dari menurup aurat di sini

Maka gunakanlah kaus kaki yang berwarna gelap dan juga tebal hingga tidak menampakkan kulit sedikit pun

Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Wal Ifta menyatakan, “Wajib untuk wanita menutup kedua qadam, menurut jumhur ulama. Sebagaimana terdapat dalam hadits Ummu Salamah, bahwa ia bertanya: ‘Apakah seorang wanita boleh shalat dengan mengenakan baju panjang dan penutup kepala tanpa mengenakan kain?’ Nabi menjawab, ‘Boleh, jika baju itu luas yang biasa menutupi kedua qadam-nya’.
Maka shalatlah dengan baju panjang yang cukup untuk menutupi kedua qadam, atau memakai kaus kaki

Inilah yang disyariatkan menurut jumhur ulama.
Wajib menutup kedua qadam-nya, baik dengan kain tambahan (yang menutup qadam) atau dengan menggunakan kaus kaki

Ini lah yang disyariatkan dan diwajibkan menurut jumhur ulama” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 7/257)

Penyusun:  Ust. Yulian Purnama

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
UKHTI, KAKIMU JUGA AURAT Diantara aurat wanita yang sering dilalaikan untuk ditutup oleh banyak Muslimah adalah kaki Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] “hasan dengan keseluruhan jalannya”) Lalu dengan apa menutup kaki? Kaki sebagaimana aurat lain, ditutup dengan pakaian yg longgar, tidak tipis, tidak transparan, tidak memperlihatkan bentuk atau lekukan Adapun qadam (dari pergelangan kaki ke bawah; punggung telapak kaki) boleh ditutup dengan kaus kaki. Atau dengan menjulurkan pakaian sehingga menutup seluruh kaki Namun, jika Muslimah menutup kaki dengan kaus kaki, sebaiknya hindari warna kaus kaki yang menyerupai warna kulit Karena dengan warna kaus kaki yang mirip kulit seakan seperti kulit yang terlihat, maka tdk tercapai maksud dari menurup aurat di sini Maka gunakanlah kaus kaki yang berwarna gelap dan juga tebal hingga tidak menampakkan kulit sedikit pun Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Wal Ifta menyatakan, “Wajib untuk wanita menutup kedua qadam, menurut jumhur ulama. Sebagaimana terdapat dalam hadits Ummu Salamah, bahwa ia bertanya: ‘Apakah seorang wanita boleh shalat dengan mengenakan baju panjang dan penutup kepala tanpa mengenakan kain?’ Nabi menjawab, ‘Boleh, jika baju itu luas yang biasa menutupi kedua qadam-nya’. Maka shalatlah dengan baju panjang yang cukup untuk menutupi kedua qadam, atau memakai kaus kaki Inilah yang disyariatkan menurut jumhur ulama. Wajib menutup kedua qadam-nya, baik dengan kain tambahan (yang menutup qadam) atau dengan menggunakan kaus kaki Ini lah yang disyariatkan dan diwajibkan menurut jumhur ulama” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 7/257) Penyusun: Ust. Yulian Purnama @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
TIGA TANDA MANISNYA IMAN

Berikut adalah sedikit Renungan Hadits “Tiga Tanda Manisnya Iman”

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّار
ِ
“Tiga perkara yang bisa seseorang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) Ia mencintai saudaranya hanyalah karena Allah, (3) ia benci kembali pada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya sebagaimana ia tidak suka jika dilemparkan dalam api.” (HR. Bukhari no. 21 dan Muslim no. 43)

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Keutamaan mendahulukan kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya daripada selain keduanya.

2- Keutamaan mencintai Allah.

3- Orang mukmin mencintai Allah dengan cinta yang tulus.

4- Orang yang memiliki tiga sifat ini adalah yang paling utama daripada yang tidak memilikinya walau orang yang memilikinya dahulu kafir dan masuk Islam atau dahulu adalah orang yang terjerumus dalam kubangan dosa lalu bertaubat.

5- Wajib membenci kekafiran dan pelaku kekafiran (orang kafir) karena barangsiapa yang membenci sesuatu, ia juga harus membenci pelaku yang memiliki sifat tersebut. Begitu pula dengan maksiat. [Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah, Mulakkhosh fii Syarh Kitab Tauhid, hal. 253-254]. Sumber : Rumaysho.com

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
TIGA TANDA MANISNYA IMAN Berikut adalah sedikit Renungan Hadits “Tiga Tanda Manisnya Iman” Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّار ِ “Tiga perkara yang bisa seseorang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) Ia mencintai saudaranya hanyalah karena Allah, (3) ia benci kembali pada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya sebagaimana ia tidak suka jika dilemparkan dalam api.” (HR. Bukhari no. 21 dan Muslim no. 43) Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Keutamaan mendahulukan kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya daripada selain keduanya. 2- Keutamaan mencintai Allah. 3- Orang mukmin mencintai Allah dengan cinta yang tulus. 4- Orang yang memiliki tiga sifat ini adalah yang paling utama daripada yang tidak memilikinya walau orang yang memilikinya dahulu kafir dan masuk Islam atau dahulu adalah orang yang terjerumus dalam kubangan dosa lalu bertaubat. 5- Wajib membenci kekafiran dan pelaku kekafiran (orang kafir) karena barangsiapa yang membenci sesuatu, ia juga harus membenci pelaku yang memiliki sifat tersebut. Begitu pula dengan maksiat. [Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah, Mulakkhosh fii Syarh Kitab Tauhid, hal. 253-254]. Sumber : Rumaysho.com @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
MUSUH NO. 1

Kalo di sepak bola ada yg namanya 'musuh bebuyutan' antar klub. Dan mereka biasanya selalu memakai strategi strategi yang jitu untuk mengalahkan lawannya

Pada manusia ada juga musuh no. 1 nya. Namanya Syaithan. Sekarang bagaimana agar kita memiliki senjata pamungkas nan jitu supaya tidak diganggu setan

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِير
ِ
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Setiap manusia ingin disesatkan oleh setan kecuali orang yang memiliki TAUHID yang benar. Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83) “Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 77-83)

Mari kita berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِين
ٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Sumber :  Rumaysho.com

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
MUSUH NO. 1 Kalo di sepak bola ada yg namanya 'musuh bebuyutan' antar klub. Dan mereka biasanya selalu memakai strategi strategi yang jitu untuk mengalahkan lawannya Pada manusia ada juga musuh no. 1 nya. Namanya Syaithan. Sekarang bagaimana agar kita memiliki senjata pamungkas nan jitu supaya tidak diganggu setan Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِير ِ “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6) Setiap manusia ingin disesatkan oleh setan kecuali orang yang memiliki TAUHID yang benar. Allah Ta’ala berfirman, قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83) “Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 77-83) Mari kita berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِين ٌ “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208) Sumber : Rumaysho.com @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
KARENA KITA TIDAK TAHU

Dari Anas bin Malik beliau berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Andai kalian tahu apa yang aku tahu, niscaya kalian kan sedikit tertawa dan banyak menangis" (HR Bukhari dan Muslim)

Ya, benar sekali

Karena kita tak tahu :

Sakitnya sakaratul maut
Dahsyatnya siksa kubur
Panasnya matahari yang didekatkan di padang mahsyar
Beratnya ujian di titian shirat
Mahkamah di hari kiamat

Menangislah, bukan karena cengeng, tapi dahsyat azabNya memang lebih layak kita takuti hingga menangis

Harusnya kita menangis daripada nikmat dunia yang kita terbahak-bahak dengannya.

Semua
PASTI TERJADI

Sumber: Ust. Amrullah Akadhinta

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
KARENA KITA TIDAK TAHU Dari Anas bin Malik beliau berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Andai kalian tahu apa yang aku tahu, niscaya kalian kan sedikit tertawa dan banyak menangis" (HR Bukhari dan Muslim) Ya, benar sekali Karena kita tak tahu : Sakitnya sakaratul maut Dahsyatnya siksa kubur Panasnya matahari yang didekatkan di padang mahsyar Beratnya ujian di titian shirat Mahkamah di hari kiamat Menangislah, bukan karena cengeng, tapi dahsyat azabNya memang lebih layak kita takuti hingga menangis Harusnya kita menangis daripada nikmat dunia yang kita terbahak-bahak dengannya. Semua PASTI TERJADI Sumber: Ust. Amrullah Akadhinta @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
Terkadang banyak komentar orang diluaran sana yang datang menghampiri, ketika kita mulai berhijrah meninggalkan masa jahiliyyah

Tak perlu engkau peduli dengan perkataan mereka. Orang berubah menjadi lebih baik itu wajar. Wajar sekali

Jangan pernah malu dengan perkataan orang. Kita punya masa lalu pasti ada yang salah, tidak ada manusia yang sempurna. Orang mukmin yang berbuat dosa, jika sudah tahu kalau itu salah maka tidak akan diulangi, itu yang benar. Bukan malah, dia sudah tahu salah, tapi tetap diulangi, ini yang berbahaya

Seperti kisah Umar bin Khattab yang dulunya adalah orang yang paling benci islam, namun setelah masuk islam beliau adalah orang yang paling tegas terhadap orang kafir. Sebelum mengenal islam, Umar bin Khattab adalah peminum khamr, setelah masuk islam beliau lah yang menjadi penyebab turunnya ayat pengharaman khamr, padahal sebelumnya pecandu besar. Sebelum mengenal islam, Umar bin Khattab sering bergaul dengan wanita, namun setelah masuk islam Umar bin Khattab lah yang menjadi penyebab turunnya ayat-ayat hijab. Allah tidak melihat masa lalunya, yang dilihat masa sekarangnya

Orang yang lebih dekat dengan akhirat memang berubah. Pakaiannya berubah, lebih tawadhu', lebih tenang, kata-katanya lebih santun, selalu terbawa arus ingin mengejar pahala dan takut berbuat dosa. Dan itu wajar, orang yang tujuannya akhirat memang begitu

Namun ketika kita mulai berubah nanti akan ada olok-olok, "Kamu alim ya sekarang? Kamu berubah ya sekarang? Hijabmu berubah ya? Tapi dulu kamu pernah berzina. Kamu dulu juga pernah begini dan begitu."
.
Jawab saja, "Iya, inilah aku sekarang. Dulu ya dulu. Semoga dengan taubat, Allah ampuni."
.
Jangan pernah malu melihat perubahan-perubahan baik yang ada pada diri kita. Tutup semua pintu menuju neraka dan buka semua pintu menuju surga dengan program hidup yang positif
.
.
📝 sithaamira
.
*terinspirasi dari ceramah Ustadz Khalid Basalamah

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
Terkadang banyak komentar orang diluaran sana yang datang menghampiri, ketika kita mulai berhijrah meninggalkan masa jahiliyyah Tak perlu engkau peduli dengan perkataan mereka. Orang berubah menjadi lebih baik itu wajar. Wajar sekali Jangan pernah malu dengan perkataan orang. Kita punya masa lalu pasti ada yang salah, tidak ada manusia yang sempurna. Orang mukmin yang berbuat dosa, jika sudah tahu kalau itu salah maka tidak akan diulangi, itu yang benar. Bukan malah, dia sudah tahu salah, tapi tetap diulangi, ini yang berbahaya Seperti kisah Umar bin Khattab yang dulunya adalah orang yang paling benci islam, namun setelah masuk islam beliau adalah orang yang paling tegas terhadap orang kafir. Sebelum mengenal islam, Umar bin Khattab adalah peminum khamr, setelah masuk islam beliau lah yang menjadi penyebab turunnya ayat pengharaman khamr, padahal sebelumnya pecandu besar. Sebelum mengenal islam, Umar bin Khattab sering bergaul dengan wanita, namun setelah masuk islam Umar bin Khattab lah yang menjadi penyebab turunnya ayat-ayat hijab. Allah tidak melihat masa lalunya, yang dilihat masa sekarangnya Orang yang lebih dekat dengan akhirat memang berubah. Pakaiannya berubah, lebih tawadhu', lebih tenang, kata-katanya lebih santun, selalu terbawa arus ingin mengejar pahala dan takut berbuat dosa. Dan itu wajar, orang yang tujuannya akhirat memang begitu Namun ketika kita mulai berubah nanti akan ada olok-olok, "Kamu alim ya sekarang? Kamu berubah ya sekarang? Hijabmu berubah ya? Tapi dulu kamu pernah berzina. Kamu dulu juga pernah begini dan begitu." . Jawab saja, "Iya, inilah aku sekarang. Dulu ya dulu. Semoga dengan taubat, Allah ampuni." . Jangan pernah malu melihat perubahan-perubahan baik yang ada pada diri kita. Tutup semua pintu menuju neraka dan buka semua pintu menuju surga dengan program hidup yang positif . . 📝 sithaamira . *terinspirasi dari ceramah Ustadz Khalid Basalamah @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
KERUSAKAN DI MUKA BUMI

Banyak orang, tidak terkecuali kaum muslimin, yang mengartikan “kerusakan di muka bumi” hanya sebatas pada hal-hal yang nampak, seperti bencana alam, kebakaran, pengrusakan hutan, tersebarnya penyakit menular dan lain sebagainya.

Mereka melupakan kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata, padahal ini adalah kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya.

Arti “kerusakan di muka bumi” yang sebenarnya

Allah Ta’ala berfirman, {ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41)

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Imam Abul ‘Aliyah ar-Riyaahi berkata, “Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah di muka bumi maka (berarti) dia telah berbuat kerusakan padanya, karena perbaikan di muka bumi dan di langit (hanyalah dicapai) dengan ketaatan (kepada Allah Ta’ala)” ( Dinukil oleh: Imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (3/576) )

Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “(Dalam ayat ini) Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirk dan maksiat adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta” ( Kitab “Fathul Qadiir” (5/475) )

Semoga manfa'at

Sumber: Ust. Abdullah Taslim, Lc., MA

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
KERUSAKAN DI MUKA BUMI Banyak orang, tidak terkecuali kaum muslimin, yang mengartikan “kerusakan di muka bumi” hanya sebatas pada hal-hal yang nampak, seperti bencana alam, kebakaran, pengrusakan hutan, tersebarnya penyakit menular dan lain sebagainya. Mereka melupakan kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata, padahal ini adalah kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya. Arti “kerusakan di muka bumi” yang sebenarnya Allah Ta’ala berfirman, {ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41) Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi. Imam Abul ‘Aliyah ar-Riyaahi berkata, “Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah di muka bumi maka (berarti) dia telah berbuat kerusakan padanya, karena perbaikan di muka bumi dan di langit (hanyalah dicapai) dengan ketaatan (kepada Allah Ta’ala)” ( Dinukil oleh: Imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (3/576) ) Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “(Dalam ayat ini) Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirk dan maksiat adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta” ( Kitab “Fathul Qadiir” (5/475) ) Semoga manfa'at Sumber: Ust. Abdullah Taslim, Lc., MA @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
JIKA AKU DIMAKAMKAN HARI INI

Aku mati
Perlahan tubuhku ditutup tanah
Perlahan semua pergi meninggalkan
Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka

Aku sendirian
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang
Sendirian
Menunggu malaikat memberi pertanyaan

Belahan hati dan belahan jiwa pun pergi
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain
Aku bukan siapa-siap lagi bagi mereka
Sanak keluarga menangis
Sangat pedih

Tetapi aku tetap sendiri disini
Menunggu perhitungan
Menyesal sudah tak mungkin
Tobat tak lagi dianggap 
Maaf pun tak bakal didengar
Aku benar-benar harus sendiri

Ya ALLAH
Jika Engkau beri aku satu lagi kesempatan
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU untuk aku perbaiki diriku
Aku ingin memohon maaf kepada mereka
Yang selama ini telah merasakan zalimku
Yang selama ini sengsara karena aku
Tersakiti karena aku

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor
Yang telah kukumpulkan
Yang bahkan telah kumakan

Yaa ALLAH
Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu
Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta
Teringat kata kasar dan keras yang menyakitkan mereka

Maafkan aku ayah dan ibu
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu

Beri juga ya ALLAH
Waktu untuk berkumpul dengan keluargaku
Menyenangkan saudara-saudaraku
Untuk sungguh-sungguh beramal soleh
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu 
Bersujud lebih lama lagi
Begitu menyesal diri ini

Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali
Mengapa ku sia sia kan saja waktu hidup yang hanya sekali?

Andai aku bisa putar ulang waktu
Tapi aku dimakamkan hari ini
Dan semua menjadi tak termaafkan
Dan semua menjadi terlambat
Dan aku harus sendiri

Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan dipadang mahsyar

Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia

Sesungguhnya sahabat yang terbaik yaitu sahabat yang selalu mengingatkan tentang kematian

Dikutip dari Twitter :  @IslamDiaries

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
JIKA AKU DIMAKAMKAN HARI INI Aku mati Perlahan tubuhku ditutup tanah Perlahan semua pergi meninggalkan Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka Aku sendirian Di tempat gelap yg tak pernah terbayang Sendirian Menunggu malaikat memberi pertanyaan Belahan hati dan belahan jiwa pun pergi Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain Aku bukan siapa-siap lagi bagi mereka Sanak keluarga menangis Sangat pedih Tetapi aku tetap sendiri disini Menunggu perhitungan Menyesal sudah tak mungkin Tobat tak lagi dianggap Maaf pun tak bakal didengar Aku benar-benar harus sendiri Ya ALLAH Jika Engkau beri aku satu lagi kesempatan Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU untuk aku perbaiki diriku Aku ingin memohon maaf kepada mereka Yang selama ini telah merasakan zalimku Yang selama ini sengsara karena aku Tersakiti karena aku Aku akan kembalikan jika ada harta kotor Yang telah kukumpulkan Yang bahkan telah kumakan Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta Teringat kata kasar dan keras yang menyakitkan mereka Maafkan aku ayah dan ibu Mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu Beri juga ya ALLAH Waktu untuk berkumpul dengan keluargaku Menyenangkan saudara-saudaraku Untuk sungguh-sungguh beramal soleh Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu Bersujud lebih lama lagi Begitu menyesal diri ini Kesenangan yang pernah kuraih dulu Tak ada artinya sama sekali Mengapa ku sia sia kan saja waktu hidup yang hanya sekali? Andai aku bisa putar ulang waktu Tapi aku dimakamkan hari ini Dan semua menjadi tak termaafkan Dan semua menjadi terlambat Dan aku harus sendiri Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan dipadang mahsyar Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia Sesungguhnya sahabat yang terbaik yaitu sahabat yang selalu mengingatkan tentang kematian Dikutip dari Twitter : @IslamDiaries @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
GAK ADA APA APANYA SATU JUTA LIRIK 'JLEB'

Kalau kita lagi Galau, trus melampiaskan nya kenapa dengan dengerin lagu lagu yang katanya lirik nya ‘Jleb’ ya?

Padahal, Kalo dikumpulin tuh 1 juta lirik  yg kita bilang ‘Jleb’. Trus kita baca dan resapi 1 AYAT SAJA dari Al Qur’an

Percaya deh… GAK ADA APA APANYA tuh Satu juta lirik lagu yang kita bilang ‘Jleb’ itu dibanding 1 AYAT SAJA dari Al Qur’an

Islam adalah solusi atas semua permasalahan yang ada. Termasuk masalah-masalah kalo hati yang Galau

Oya, istilah Galau ini kalo browsing: adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan pikirannya sendiri sehingga menimbulkan efek emosi labil

Teman2, nggak cukupkah Allah Ta’ala. ngasih nikmat buat kita? Nggak nyadar kalo kita udah diberi waktu untuk hidup? 
Jadikan Allah Ta’ala sebagai tempat pertama kamu ‘curhat’. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Ra’d [13]: 28)

So... Kalo lg Galau
Beralih ke Al Qur'an ya daripada dengerin lagu

Sulit?
Gak kok
Dicoba dulu ya

Semoga manfa'at

Twitter @IslamDiaries

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
GAK ADA APA APANYA SATU JUTA LIRIK 'JLEB' Kalau kita lagi Galau, trus melampiaskan nya kenapa dengan dengerin lagu lagu yang katanya lirik nya ‘Jleb’ ya? Padahal, Kalo dikumpulin tuh 1 juta lirik yg kita bilang ‘Jleb’. Trus kita baca dan resapi 1 AYAT SAJA dari Al Qur’an Percaya deh… GAK ADA APA APANYA tuh Satu juta lirik lagu yang kita bilang ‘Jleb’ itu dibanding 1 AYAT SAJA dari Al Qur’an Islam adalah solusi atas semua permasalahan yang ada. Termasuk masalah-masalah kalo hati yang Galau Oya, istilah Galau ini kalo browsing: adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan pikirannya sendiri sehingga menimbulkan efek emosi labil Teman2, nggak cukupkah Allah Ta’ala. ngasih nikmat buat kita? Nggak nyadar kalo kita udah diberi waktu untuk hidup? Jadikan Allah Ta’ala sebagai tempat pertama kamu ‘curhat’. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Ra’d [13]: 28) So... Kalo lg Galau Beralih ke Al Qur'an ya daripada dengerin lagu Sulit? Gak kok Dicoba dulu ya Semoga manfa'at Twitter @IslamDiaries @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
JANGAN ASAL SHARE

Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yg kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyebarkannya

Allah Ta’ala berfirman, "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya.
Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) .
Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kpd kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).”
(An-Nisa: 83)

Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah menfsirkan ayat ini, “ini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan.
Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut.
Bahkan mengembalikan  perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan.

Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya.
Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya.
Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya. (Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm)

Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Cukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar. (HR Muslim)

Semoga manfa'at

Sumber : Ust. Raehanul Bahraen

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
JANGAN ASAL SHARE Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yg kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyebarkannya Allah Ta’ala berfirman, "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kpd kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (An-Nisa: 83) Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah menfsirkan ayat ini, “ini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikan perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya. Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya. (Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm) Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Cukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar. (HR Muslim) Semoga manfa'at Sumber : Ust. Raehanul Bahraen @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
PERBANYAK SUJUD

Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam.

Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Beliau bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَة
ً
‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim no. 488)

Semoga manfa'at

Sumber : Rumaysho.com
Sumber : @diariesimage

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
PERBANYAK SUJUD Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَة ً ‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim no. 488) Semoga manfa'at Sumber : Rumaysho.com Sumber : @diariesimage @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
TIDAK ADA WAKTU UNTUK MENGELUH

Kita paham kalau nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk kita hitung.

Allah Ta'ala berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

Kita juga paham kalau Allah Ta'ala pasti juga menguji kita. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-'Ankabuut : 2)

Ketahuilah
Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah tiada henti

Logikanya jika nikmat Allah Ta'ala itu banyak dan gak bisa kita hitung maka harusnya 'Tak Ada Waktu Untuk Mengeluh!'. Allah berfirman : "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya" (QS Al-'Adiyaat : 6)

Al-Hasan rahimahullah berkata : Yaitu orang yg menghitung-hitung musibah (yg sedikit) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robnya (yg telah banyak diberikan kepadanya). (Tafsir Ibnu Katsir 8/467)

Sekarang pertanyaannya. Apakah kita termasuk ingkar ? Atau termasuk yang sabar?

Ingat, jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah  sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa

Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut), maka baginya murka Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2396). Semoga manfa'at

Telegram @diariesimage

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
TIDAK ADA WAKTU UNTUK MENGELUH Kita paham kalau nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk kita hitung. Allah Ta'ala berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18) Kita juga paham kalau Allah Ta'ala pasti juga menguji kita. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-'Ankabuut : 2) Ketahuilah Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah tiada henti Logikanya jika nikmat Allah Ta'ala itu banyak dan gak bisa kita hitung maka harusnya 'Tak Ada Waktu Untuk Mengeluh!'. Allah berfirman : "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya" (QS Al-'Adiyaat : 6) Al-Hasan rahimahullah berkata : Yaitu orang yg menghitung-hitung musibah (yg sedikit) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robnya (yg telah banyak diberikan kepadanya). (Tafsir Ibnu Katsir 8/467) Sekarang pertanyaannya. Apakah kita termasuk ingkar ? Atau termasuk yang sabar? Ingat, jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut), maka baginya murka Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2396). Semoga manfa'at Telegram @diariesimage @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
KETIKA CATATAN AMAL DIBAGIKAN

Kaum muslimin rahimakumullah, tatkala lembaran catatan amal dibagikan, setiap umat berlutut di atas lutut mereka dan menanti panggilan untuk menghadap Rabb semesta alam. 
Allah Ta’ala berfirman:

وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ (28) “Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jaatsiyaat: 28)

Semua berlutut menunggu dipanggil untuk menghadap Rabb semesta alam. Ketika seorang hamba tahu bahwa dirinyalah yang dicari dengan panggilan itu, maka seruan itu akan langsung menggetarkan hatinya. Tubuhnya gemetar dan ketakutan yang besar langsung menyelimutinya. Berubahlah rona wajahnya dan menjadi hampalah pikirannya. Kemudian kitab catatan amalnya dibentangkan dan dibuka di hadapannya. Lalu dikatakan kepadanya:

اِقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا (14) “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al-Isro’: 13-14)

Pada saat itulah semua manusia akan teringat apa yang dulu telah ia lakukan. Semua telah tercatat dengan lengkap dan tiada kekeliruan sedikit pun.

Sebagian ulama mengatakan, “Sungguh, Allah telah berlaku adil, karena menjadikan dirimu sebagai penghisab atas dirimu sendiri.” Sungguh tepat perkataan ini. Adakah kebijaksanaan yang lebih adil selain itu?

Dikatakan kepadanya: “Silakan periksa, inilah amal perbuatanmu dan silakan engkau hisab sendiri!” Bukankah ini kebijaksanaan yang paling adil?! Bahkan inilah kebijaksanaan yang paling adil. Pada hari Kiamat kelak, kitab catatan amal akan dibentangkan dan dibuka di hadapan masing-masing hamba tanpa tertutup sedikitpun. Ia akan membacanya dan akan jelas baginyabahwa pada hari ini dan di tempat ini, ia telah melakukan ini dan ini. Semua telah tercatat tanpa penambahan dan pengurangan sedikit pun. Jika ia mengingkari dengan lesannya, maka lesannya akan dikunci dan bangkitlah para saksi yang akan memberikan kesaksian atasnya

Lanjut Kolom Komentar
KETIKA CATATAN AMAL DIBAGIKAN Kaum muslimin rahimakumullah, tatkala lembaran catatan amal dibagikan, setiap umat berlutut di atas lutut mereka dan menanti panggilan untuk menghadap Rabb semesta alam. Allah Ta’ala berfirman: وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ (28) “Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jaatsiyaat: 28) Semua berlutut menunggu dipanggil untuk menghadap Rabb semesta alam. Ketika seorang hamba tahu bahwa dirinyalah yang dicari dengan panggilan itu, maka seruan itu akan langsung menggetarkan hatinya. Tubuhnya gemetar dan ketakutan yang besar langsung menyelimutinya. Berubahlah rona wajahnya dan menjadi hampalah pikirannya. Kemudian kitab catatan amalnya dibentangkan dan dibuka di hadapannya. Lalu dikatakan kepadanya: اِقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا (14) “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al-Isro’: 13-14) Pada saat itulah semua manusia akan teringat apa yang dulu telah ia lakukan. Semua telah tercatat dengan lengkap dan tiada kekeliruan sedikit pun. Sebagian ulama mengatakan, “Sungguh, Allah telah berlaku adil, karena menjadikan dirimu sebagai penghisab atas dirimu sendiri.” Sungguh tepat perkataan ini. Adakah kebijaksanaan yang lebih adil selain itu? Dikatakan kepadanya: “Silakan periksa, inilah amal perbuatanmu dan silakan engkau hisab sendiri!” Bukankah ini kebijaksanaan yang paling adil?! Bahkan inilah kebijaksanaan yang paling adil. Pada hari Kiamat kelak, kitab catatan amal akan dibentangkan dan dibuka di hadapan masing-masing hamba tanpa tertutup sedikitpun. Ia akan membacanya dan akan jelas baginyabahwa pada hari ini dan di tempat ini, ia telah melakukan ini dan ini. Semua telah tercatat tanpa penambahan dan pengurangan sedikit pun. Jika ia mengingkari dengan lesannya, maka lesannya akan dikunci dan bangkitlah para saksi yang akan memberikan kesaksian atasnya Lanjut Kolom Komentar
MEMBUAT GAMBAR DAN PATUNG

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِى عَلَى سَهْوَةٍ لِى فِيهَا تَمَاثِيلُ ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – هَتَكَهُ وَقَالَ « أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ » . قَالَتْ فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْن
ِ
“Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dari suatu safar dan aku ketika itu menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok lalu di kain tersebut terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hal itu, beliau merobeknya dan bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.” ‘Aisyah mengatakan, “Akhirnya kami menjadikan kain tersebut menjadi satu atau dua bantal.” (HR. Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 2107)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ ، فَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُم
ْ
“Sesungguhnya pembuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan (buat).” (HR. Bukhari no. 2105 dan Muslim no. 2107)

Alasan diharamkannya membuat gambar dan patung:

1- Menandingi Allah dalam mencipta.

2- Dapat menjadi perantara untuk berlebih-lebihan terhadap selain Alllah dengan mengagungkannya lebih-lebih patungnya adalah patung orang sholih.

3- Menyerupai orang musyrik dalam membuat patung walau patung tersebut tidak disembah. Jika sampai disembah, maka lebih jelas lagi terlarangnya

Yang termasuk dalam larangan adalah untuk patung yang memiliki ruh yaitu manusia dan hewan, tidak pada tumbuhan. 
Semoga manfa'at

Sumber: Rumaysho

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
MEMBUAT GAMBAR DAN PATUNG Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِى عَلَى سَهْوَةٍ لِى فِيهَا تَمَاثِيلُ ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – هَتَكَهُ وَقَالَ « أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ » . قَالَتْ فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْن ِ “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dari suatu safar dan aku ketika itu menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok lalu di kain tersebut terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hal itu, beliau merobeknya dan bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.” ‘Aisyah mengatakan, “Akhirnya kami menjadikan kain tersebut menjadi satu atau dua bantal.” (HR. Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 2107) Dalam riwayat lain disebutkan, إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ ، فَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُم ْ “Sesungguhnya pembuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan (buat).” (HR. Bukhari no. 2105 dan Muslim no. 2107) Alasan diharamkannya membuat gambar dan patung: 1- Menandingi Allah dalam mencipta. 2- Dapat menjadi perantara untuk berlebih-lebihan terhadap selain Alllah dengan mengagungkannya lebih-lebih patungnya adalah patung orang sholih. 3- Menyerupai orang musyrik dalam membuat patung walau patung tersebut tidak disembah. Jika sampai disembah, maka lebih jelas lagi terlarangnya Yang termasuk dalam larangan adalah untuk patung yang memiliki ruh yaitu manusia dan hewan, tidak pada tumbuhan. Semoga manfa'at Sumber: Rumaysho @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
PERCAYA ITU SAMA ALLAH, BUKAN DUKUN DAN TUKANG RAMAL

Paham kan, kalo yang mengetahui hal ghaib hanya Allah?

Allah Ta’ala berfirman,

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُو
َ
” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (QS. Al An’am: 59)

Begitu pula dalam ayat lainnya disebutkan,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّه
ُ
“ Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. ” (QS. An Naml: 65)

Al Munawi berkata, “Jika meyakini bahwa tukang ramal mengetahui perkara ghaib (dengan sendirinya), maka ia kafir. Jika keyakinannya bahwa jin yang menyampaikan berita padanya dari berita malaikat dan ilham yang diperoleh seperti itu, lantas dibenarkan, ini tidak sampai kafir.” Lalu bagaimana jika mendatangi tukang ramal dengan keyakinan bahwa tukang ramal tersebut mendapatkan ramalan dari setan sehingga mengetahui ada barang yang hilang, terjatuh, maka seperti ini ada dua hukuman:

1. Tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَة
ً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

2. Kufur terhadap apa yang telah diturunkan pada Muhammad, yang dimaksud adalah kufur ashgor. Disebutkan dalam hadits,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّد
ٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Semoga manfa'at

Sumber Rumaysho.com

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
PERCAYA ITU SAMA ALLAH, BUKAN DUKUN DAN TUKANG RAMAL Paham kan, kalo yang mengetahui hal ghaib hanya Allah? Allah Ta’ala berfirman, وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُو َ ” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (QS. Al An’am: 59) Begitu pula dalam ayat lainnya disebutkan, قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّه ُ “ Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. ” (QS. An Naml: 65) Al Munawi berkata, “Jika meyakini bahwa tukang ramal mengetahui perkara ghaib (dengan sendirinya), maka ia kafir. Jika keyakinannya bahwa jin yang menyampaikan berita padanya dari berita malaikat dan ilham yang diperoleh seperti itu, lantas dibenarkan, ini tidak sampai kafir.” Lalu bagaimana jika mendatangi tukang ramal dengan keyakinan bahwa tukang ramal tersebut mendapatkan ramalan dari setan sehingga mengetahui ada barang yang hilang, terjatuh, maka seperti ini ada dua hukuman: 1. Tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits, مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَة ً “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) 2. Kufur terhadap apa yang telah diturunkan pada Muhammad, yang dimaksud adalah kufur ashgor. Disebutkan dalam hadits, مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّد ٍ “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan) Semoga manfa'at Sumber Rumaysho.com @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
URUS SAJA DIRIMU SENDIRI

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :

فَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ اتَّقِ اللَّهَ، فَيَقُولُ: عَلَيْكَ بِنَفْسِك
َ
"Dan sesungguhnya termasuk dosa yang paling besar di sisi Allah adalah seseorang berkata pada rekannya : "Bertaqwalah kepada Allah", lalu dijawab : "Urus saja dirimu sendiri"

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraaniy, Al-Baihaqiy, Hanaad bin As-Sariy dalam Az-Zuhd, dll. Hadits itu dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah 6/188.] Catatan: Yang berdosa adalah yang menjawab "Urus saja dirimu sendiri"

Semoga manfa'at

Sumber Ust. Dony Arif

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_muhasabah
URUS SAJA DIRIMU SENDIRI Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda : فَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ اتَّقِ اللَّهَ، فَيَقُولُ: عَلَيْكَ بِنَفْسِك َ "Dan sesungguhnya termasuk dosa yang paling besar di sisi Allah adalah seseorang berkata pada rekannya : "Bertaqwalah kepada Allah", lalu dijawab : "Urus saja dirimu sendiri" Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraaniy, Al-Baihaqiy, Hanaad bin As-Sariy dalam Az-Zuhd, dll. Hadits itu dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah 6/188.] Catatan: Yang berdosa adalah yang menjawab "Urus saja dirimu sendiri" Semoga manfa'at Sumber Ust. Dony Arif @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_muhasabah 
YANG MENJADI TOLAK UKUR ADALAH AKHIR PERJALANAN

Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda, 
_________________________
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
_________________________
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
. 
Amalan yang dimaksud di sini adalah amalan shalih, bisa juga amalan jelek. Yang dimaksud ‘bil khawatim’ adalah amalan yang dilakukan di akhir umurnya atau akhir hayatnya.
. 
Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha’ menyatakan bahwa amalan akhir manusia itulah yang jadi penentu dan atas amalan itulah akan dibalas. Siapa yang beramal jelek lalu beralih beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat. Sebaliknya, siapa yang berpindah dari iman menjadi kufur, maka ia dianggap murtad.
. 
Dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali mengenai hadits Sahl bin Sa’ad di atas pada kalimat “ia beramal yang dilihat oleh orang”, maksudnya adalah batinnya berbeda dengan lahiriyahnya. Maksudnya, seseorang bisa mendapatkan akhir hidup yang jelek karena masalah batinnya yang di mana perkara batin tidaklah nampak oleh orang-orang. Inilah sebab yang mengakibatkan seseorang mendapatkan suul khatimah.

Sumber : Rumayshocom
_________________________
👤Jazakallahukahiran ust syafiq riza basalamah

Sumber : mukmin_biasa

@kaanotes | #kaanotes | #kaanotes_vidgram
YANG MENJADI TOLAK UKUR ADALAH AKHIR PERJALANAN Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda, _________________________ وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ _________________________ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) . Amalan yang dimaksud di sini adalah amalan shalih, bisa juga amalan jelek. Yang dimaksud ‘bil khawatim’ adalah amalan yang dilakukan di akhir umurnya atau akhir hayatnya. . Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha’ menyatakan bahwa amalan akhir manusia itulah yang jadi penentu dan atas amalan itulah akan dibalas. Siapa yang beramal jelek lalu beralih beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat. Sebaliknya, siapa yang berpindah dari iman menjadi kufur, maka ia dianggap murtad. . Dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali mengenai hadits Sahl bin Sa’ad di atas pada kalimat “ia beramal yang dilihat oleh orang”, maksudnya adalah batinnya berbeda dengan lahiriyahnya. Maksudnya, seseorang bisa mendapatkan akhir hidup yang jelek karena masalah batinnya yang di mana perkara batin tidaklah nampak oleh orang-orang. Inilah sebab yang mengakibatkan seseorang mendapatkan suul khatimah. Sumber : Rumayshocom _________________________ 👤Jazakallahukahiran ust syafiq riza basalamah Sumber : mukmin_biasa @kaanotes | #kaanotes  | #kaanotes_vidgram 
Generasi muda
Cinta Al-Qur'an

#hafidzah 
#indonesia 
#semangatbelajarislam
Amalan bulan Dzulhijjah 😍..Selamat berpuasa bagi yg menjalankan ibadah puasa...😊🙏#semangatbelajarislam #menebarkebaikan #sharingislam #hijrah
Kita Belajar Sama2 Yuk, Biar Kita Masuk Surganya Bareng-bareng
 #butuhtarbiyah😭 
#berusahabelajarlebihbaiklagi 
#semangatbelajarislam 
#harapanterbesarku👰👪
Mau ke sekolah ambil seragam sekolah sekaligus cek kamar diasrama big bosq.  Semangatx yg buat aq g beban pikiran untuk masukan bos kecil asrama. 
#doaibu 
#doaanaksholeh 
#semangatbelajarislam
Mempelajari Al-Qur'an adalah hal yang utama karena Rasulullah bersabda: "Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". (HR. Bukhari)
Gimana sahabat Al Azhar, Sudah baca Al-Qur'an kah hari ini?
.
.
.
#alquran #yukngaji #bacaquran #hadist #hadistshahih #orangbaik #belajaralquran #pelajarialquran #berkah #hidupberkah #semangatngaji #semangatbacaquran #semangatbelajaralquran #semangatbelajarislam #sunnah #amalanwajib #amalansunnah
Mempelajari Al-Qur'an adalah hal yang utama karena Rasulullah bersabda: "Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". (HR. Bukhari) Gimana sahabat Al Azhar, Sudah baca Al-Qur'an kah hari ini? . . . #alquran  #yukngaji  #bacaquran  #hadist  #hadistshahih  #orangbaik  #belajaralquran  #pelajarialquran  #berkah  #hidupberkah  #semangatngaji  #semangatbacaquran  #semangatbelajaralquran  #semangatbelajarislam  #sunnah  #amalanwajib  #amalansunnah 
"HIDUP ADALAH PINJAMAN"

Engkau melakukan perbuatan penduduk neraka, tetapi engkau mengharapkan syurga!

Sungguh, kalian hanya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin.

Jangan tertipu dengan pinjaman yang kalian anggap sebagai hak milik.

Ingatlah bahawa sebentar lagi pinjaman itu akan diambil.

Allah meminjamkan kehidupan ini untuk kalian agar dipergunakan sebaik-baiknya di jalan ketaatan.

Namun, ironisnya, kalian menganggap pinjaman sebagai hak milik dan melakukan apa saja sesukamu.

Demikian pula dengan kesejahteraan, kekayaan, keamanan, kemuliaan dan segala kenikmatan yang ada pada diri kalian.

Semua itu adalah pinjaman untuk kalian.

Maka, jangan sia-siakan pinjaman itu, kerana kelak kalian akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban.

Semua kenikmatan yanga pada kalian adalah dari Allah SWT.

Kerena itu, pergunakanlah semuanya di jalan ketaatan.

#alhamdulillahalakullihal 
#bismillahirrahmanirrahim 
#ngajibareng 
#semangatbelajarislam 
#muda 
#berkarakter 
#belajarquran 
#islamrahmatanlilalamin 
#dakwahtauhid 
#tauhidremajaislam
"HIDUP ADALAH PINJAMAN" Engkau melakukan perbuatan penduduk neraka, tetapi engkau mengharapkan syurga! Sungguh, kalian hanya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin. Jangan tertipu dengan pinjaman yang kalian anggap sebagai hak milik. Ingatlah bahawa sebentar lagi pinjaman itu akan diambil. Allah meminjamkan kehidupan ini untuk kalian agar dipergunakan sebaik-baiknya di jalan ketaatan. Namun, ironisnya, kalian menganggap pinjaman sebagai hak milik dan melakukan apa saja sesukamu. Demikian pula dengan kesejahteraan, kekayaan, keamanan, kemuliaan dan segala kenikmatan yang ada pada diri kalian. Semua itu adalah pinjaman untuk kalian. Maka, jangan sia-siakan pinjaman itu, kerana kelak kalian akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban. Semua kenikmatan yanga pada kalian adalah dari Allah SWT. Kerena itu, pergunakanlah semuanya di jalan ketaatan. #alhamdulillahalakullihal  #bismillahirrahmanirrahim  #ngajibareng  #semangatbelajarislam  #muda  #berkarakter  #belajarquran  #islamrahmatanlilalamin  #dakwahtauhid  #tauhidremajaislam 
Kehilangan dan kepergian bukanlah akhir segalanya. Mereka yang bahagia adalah mereka yang bisa membagi porsi sedih dan senang dalam hatinya. Menempatkan dan menyikapi dengan tenang tanpa berapi-api. Sehingga ia tak harus berlama-lama di rundung rasa kehilangan.

Kehilangan sahabat, teman, atau kehilangan apapun, pasti tidaklah enak—apalagi mereka orang yang begitu kita cintai. Di mana-mana kehilangan selalu meninggalkan luka, kenangan, kecewa dan lain sebagainya. Tapi, apakah kita ingin terus tenggelam dalam lautan air mata kesedihan? Hanyut terbawa aliran sungai duka?

Hidup harus terus berjalan apapun kondisi yang kita hadapi. Diam berarti mati. Apakah ingin jadi manusia yang raganya terlihat hidup tapi nyatanya telah mati mati? Jangan gara-gara kehilangan lalu semangat hidup kita hilang—seolah dunia ini sudah berhenti saat mereka telah pergi. Jangan begitu, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Jika umur masih muda, itu artinya perjalanan masih panjang—walau kita enggak akan pernah tahu kapan yang Maha Kuasa akan memanggil. Jika sudah dewasa sudah pasti tanggung jawab lebih banyak lagi.

Yang telah pergi jangan dilupakan, namun jangan pula sampai membebani pikiran. Ingat semua kebaikan mereka dan jadikan pelajaran untuk kita. Jangan terlalu dipikirkan, semakin kita memikirkannya semakin sering perasaan itu hadir. Semakin kita berusaha melupakannya, rasa itu akan terus ada. Jadi, lebih baik santai saja.

Mengutip perkataan Ustad Jefry Al-Buchori:
"Kalau cinta pada makhluk atau benda, jangan taruh di hati. Taruhlah di luar hati. Karna, jikalau mereka pergi, kita bisa ikhlas menerimanya. Cukup Allah yang ada di hati, karna ia pemilik segalanya."
.
.
.
.
.
#semangatbelajar #muslimah #bersyukur #islam #hijrah #semangatbelajarislam #islamituindah #keepistiqomah #muslim #selfreminder #dakwah #beraniberhijrah #muslimindonesia #cintadamai #ilmu #dakwahislam #ilmuagamaislam #pengingatdiri #tausiyah #istiqomah #jadilebihbaik #nasihat #berbagisemangat #muhasabahdiri
Kehilangan dan kepergian bukanlah akhir segalanya. Mereka yang bahagia adalah mereka yang bisa membagi porsi sedih dan senang dalam hatinya. Menempatkan dan menyikapi dengan tenang tanpa berapi-api. Sehingga ia tak harus berlama-lama di rundung rasa kehilangan. Kehilangan sahabat, teman, atau kehilangan apapun, pasti tidaklah enak—apalagi mereka orang yang begitu kita cintai. Di mana-mana kehilangan selalu meninggalkan luka, kenangan, kecewa dan lain sebagainya. Tapi, apakah kita ingin terus tenggelam dalam lautan air mata kesedihan? Hanyut terbawa aliran sungai duka? Hidup harus terus berjalan apapun kondisi yang kita hadapi. Diam berarti mati. Apakah ingin jadi manusia yang raganya terlihat hidup tapi nyatanya telah mati mati? Jangan gara-gara kehilangan lalu semangat hidup kita hilang—seolah dunia ini sudah berhenti saat mereka telah pergi. Jangan begitu, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Jika umur masih muda, itu artinya perjalanan masih panjang—walau kita enggak akan pernah tahu kapan yang Maha Kuasa akan memanggil. Jika sudah dewasa sudah pasti tanggung jawab lebih banyak lagi. Yang telah pergi jangan dilupakan, namun jangan pula sampai membebani pikiran. Ingat semua kebaikan mereka dan jadikan pelajaran untuk kita. Jangan terlalu dipikirkan, semakin kita memikirkannya semakin sering perasaan itu hadir. Semakin kita berusaha melupakannya, rasa itu akan terus ada. Jadi, lebih baik santai saja. Mengutip perkataan Ustad Jefry Al-Buchori: "Kalau cinta pada makhluk atau benda, jangan taruh di hati. Taruhlah di luar hati. Karna, jikalau mereka pergi, kita bisa ikhlas menerimanya. Cukup Allah yang ada di hati, karna ia pemilik segalanya." . . . . . #semangatbelajar  #muslimah  #bersyukur  #islam  #hijrah  #semangatbelajarislam  #islamituindah  #keepistiqomah  #muslim  #selfreminder  #dakwah  #beraniberhijrah  #muslimindonesia  #cintadamai  #ilmu  #dakwahislam  #ilmuagamaislam  #pengingatdiri  #tausiyah  #istiqomah  #jadilebihbaik  #nasihat  #berbagisemangat  #muhasabahdiri 
Dunia hanya sesaat
Sedang akhirat kehidupan yang sebenarnya
Sungguh kebodohan ,menukar kebahagiaan tak terbatas dgn kebahagiaan sesaat

Dunia adalah ladang menuju akhirat
Maka jadikanlah dia alat , bukan tujuan
.
.
.
.
#semangatbelajar #muslimah #bersyukur #islam #hijrah #semangatbelajarislam #islamituindah #keepistiqomah #muslim #selfreminder #dakwah #beraniberhijrah #muslimindonesia #cintadamai #ilmu #dakwahislam #ilmuagamaislam #pengingatdiri #tausiyah #istiqomah #jadilebihbaik #nasihat #berbagisemangat #muhasabahdiri
Dunia hanya sesaat Sedang akhirat kehidupan yang sebenarnya Sungguh kebodohan ,menukar kebahagiaan tak terbatas dgn kebahagiaan sesaat Dunia adalah ladang menuju akhirat Maka jadikanlah dia alat , bukan tujuan . . . . #semangatbelajar  #muslimah  #bersyukur  #islam  #hijrah  #semangatbelajarislam  #islamituindah  #keepistiqomah  #muslim  #selfreminder  #dakwah  #beraniberhijrah  #muslimindonesia  #cintadamai  #ilmu  #dakwahislam  #ilmuagamaislam  #pengingatdiri  #tausiyah  #istiqomah  #jadilebihbaik  #nasihat  #berbagisemangat  #muhasabahdiri 
Yuk, belajar Islam

Orang yang mengetahui keutamaan ilmu dalam Islam, maka dia akan bersegera mempelajarinya. Tidak elok jika merasa tidak tahu syariat Islam malah sok tahu lalu ngawur dengan menghamburkan kata-kata hinaan terhadap kaum muslimin dan menista Islam. Orang yang beriman dan berilmu tak mungkin melakukan perbuatan seperti itu.

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Fathir [35]: 28)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 308). Maka, bisa dipastikan hanya orang yang bodoh dan sombong saja yang berani mengina Islam dan ajarannya. Ketidaktahuannya membunuh pemikiran dan perasaannya dan menenggelamkannya di ke jurang kesesatan.

Yuk, belajar. Mumpung merasa tidak tahu. Jangan sok tahu dengan jumawa merendahkan syariat Islam. Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita semua untuk mau belajar Islam.

#janganbodoh #syariatislam #bodohjangandipiara #semangatbelajarislam #belajarIslam #syariatislamitubaik
Yuk, belajar Islam Orang yang mengetahui keutamaan ilmu dalam Islam, maka dia akan bersegera mempelajarinya. Tidak elok jika merasa tidak tahu syariat Islam malah sok tahu lalu ngawur dengan menghamburkan kata-kata hinaan terhadap kaum muslimin dan menista Islam. Orang yang beriman dan berilmu tak mungkin melakukan perbuatan seperti itu. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Fathir [35]: 28) Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 308). Maka, bisa dipastikan hanya orang yang bodoh dan sombong saja yang berani mengina Islam dan ajarannya. Ketidaktahuannya membunuh pemikiran dan perasaannya dan menenggelamkannya di ke jurang kesesatan. Yuk, belajar. Mumpung merasa tidak tahu. Jangan sok tahu dengan jumawa merendahkan syariat Islam. Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita semua untuk mau belajar Islam. #janganbodoh  #syariatislam  #bodohjangandipiara  #semangatbelajarislam  #belajarIslam  #syariatislamitubaik