an online Instagram web viewer

#SabraShatila medias

Photos

Peringati Tragedi Sabra & Shatila, Hamas Ingatkan Warga untuk Bersatu

Pada peringatan tragis itu, Hamas menyampaikan beberapa hal berikut:

1.Hamas memanggil warga Palestina yang berada di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem dan di luar wilayah pendudukan Palestina, untuk tetap tabah dalam menghadapi pendudukan Israel dan menegakkan hak-hak mereka.
2.Mengajak seluruh golongan masyarakat Palestina, kelompok dan negara yang bersangkutan, khususnya pemerintah Lebanon, untuk mengerahkan upaya besar dalam mengusut tindak kriminal Israel di Pengadilan Kriminal Internasional.
3.Semua pembantaian dan kekejaman yang dilakukan Pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina tidak akan menghancurkan tekad mereka, juga tidak akan menghalangi mereka dari melawan pendudukan sampai mereka memperoleh kembali kebebasan dan hak nasional, juga mendirikan negara yang merdeka di mana Yerusalem (Al-Quds) menjadi ibu kotanya.
4.Peringatan pembantaian Sabra dan Shatila ada, untuk membuktikan bahwa Pendudukan Israel tidak mempercayai perdamaian.
5.Hamas menegaskan pentingnya Aksi Kepulangan Akbar untuk terus berlanjut 
6.Hamas meminta rakyat Palestina untuk bersatu di belakang perlawanan Palestina

Simak selengkapnya di www.palestineupdate.com

IG : @palestineupdate
Twitter : @palestineupdate
FB : PalestineUpdate

#PalestineUpdate
#BeritaPalestina
#InfoPalestina
#TragediSabraShatila
#SabraShatila
Peringati Tragedi Sabra & Shatila, Hamas Ingatkan Warga untuk Bersatu Pada peringatan tragis itu, Hamas menyampaikan beberapa hal berikut: 1.Hamas memanggil warga Palestina yang berada di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem dan di luar wilayah pendudukan Palestina, untuk tetap tabah dalam menghadapi pendudukan Israel dan menegakkan hak-hak mereka. 2.Mengajak seluruh golongan masyarakat Palestina, kelompok dan negara yang bersangkutan, khususnya pemerintah Lebanon, untuk mengerahkan upaya besar dalam mengusut tindak kriminal Israel di Pengadilan Kriminal Internasional. 3.Semua pembantaian dan kekejaman yang dilakukan Pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina tidak akan menghancurkan tekad mereka, juga tidak akan menghalangi mereka dari melawan pendudukan sampai mereka memperoleh kembali kebebasan dan hak nasional, juga mendirikan negara yang merdeka di mana Yerusalem (Al-Quds) menjadi ibu kotanya. 4.Peringatan pembantaian Sabra dan Shatila ada, untuk membuktikan bahwa Pendudukan Israel tidak mempercayai perdamaian. 5.Hamas menegaskan pentingnya Aksi Kepulangan Akbar untuk terus berlanjut 6.Hamas meminta rakyat Palestina untuk bersatu di belakang perlawanan Palestina Simak selengkapnya di www.palestineupdate.com IG : @palestineupdate Twitter : @palestineupdate FB : PalestineUpdate #PalestineUpdate  #BeritaPalestina  #InfoPalestina  #TragediSabraShatila  #SabraShatila 
VI MÅ ALDRI GLEMME! Massakrene i Sabra og Shatila fant sted i de palestinske flyktningleirene Sabra og Shatila i Vest-Beirut i Libanon mellom 16. og 18. september 1982. Flere tusen ble drept. #sabrashatila #frittpalestina #palestinakomiteen #sharon #etniskrensning #israel
36 tahun lalu,  terjadinya tragedi pembantaian Sabra dan Shatila berdekatan dengan kota Beirut,  Lebanon, yang terlupakan.

Salah satu saksi pada saat tragedi 16 September 1982, Jameela Khalifeh, seorang remaja 16 tahun mengatakan "Kami tidak akan lupa,  peristiwa di mana mereka menembak ayah saya di kepala dan menelantarkan jenazahnya di jalanan." Sumber : ASPAC For Palestine,  Electronicintifada.net.

www.palestineupdate.com

#PalestineUpdate
#BeritaPalestina
#InfoPalestina
#PalestinaTerkini
#TragediSabraShatila
#SabraShatila
#FreePalestine
#Pembantaian
36 tahun lalu, terjadinya tragedi pembantaian Sabra dan Shatila berdekatan dengan kota Beirut, Lebanon, yang terlupakan. Salah satu saksi pada saat tragedi 16 September 1982, Jameela Khalifeh, seorang remaja 16 tahun mengatakan "Kami tidak akan lupa, peristiwa di mana mereka menembak ayah saya di kepala dan menelantarkan jenazahnya di jalanan." Sumber : ASPAC For Palestine, Electronicintifada.net. www.palestineupdate.com #PalestineUpdate  #BeritaPalestina  #InfoPalestina  #PalestinaTerkini  #TragediSabraShatila  #SabraShatila  #FreePalestine  #Pembantaian 
Sejarah mencatat dengan lekat tragedi pembantaian warga Palestina yang tak berdosa di kamp pengungsian Sabra dan Shatila, Beirut Barat di Libanon oleh pasukan Zionis Israel pada 16-18 September 1982.

Mereka memerkosa, membunuh, dan memutilasi sebanyak lebih dari 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan orang tua.

Dipimpin oleh Ariel Sharon, dalam pembantaian keji ini pasukan Zionis  berkoalisi dengan milisi angkatan Kristen Lebanon, di bawah komando Elie Hobeika. Mereka beralibi bahwa pembantaian tersebut sebagai aksi pembersihan para pejuang PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di wilayah tersebut. Namun, sejatinya mereka hanya ingin memusnahkan warga Palestina yang berada di Lebanon.

Warga Palestina tidak akan aman dimanapun selama masih ada Zionis di muka bumi. Sampai saat ini, warga Palestina terus berjuang mempertahankan tanah mereka dalam aksi #GreatReturnMarch yang semakin lama, semakin dimaruki Zionis Israel. Karena kini bukan hanya nyawa saja yang dipertaruhkan, namun juga dengan tanah Palestina.

Sumber: Quds News Network, Harapanamalmulia.org, Tirto.id

#InfoAbadi
#AnalBaktiDuniaIslam
#SabraShatila
#Palestina
#Repost @harapanamalmulia
Sejarah mencatat dengan lekat tragedi pembantaian warga Palestina yang tak berdosa di kamp pengungsian Sabra dan Shatila, Beirut Barat di Libanon oleh pasukan Zionis Israel pada 16-18 September 1982. Mereka memerkosa, membunuh, dan memutilasi sebanyak lebih dari 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan orang tua. Dipimpin oleh Ariel Sharon, dalam pembantaian keji ini pasukan Zionis berkoalisi dengan milisi angkatan Kristen Lebanon, di bawah komando Elie Hobeika. Mereka beralibi bahwa pembantaian tersebut sebagai aksi pembersihan para pejuang PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di wilayah tersebut. Namun, sejatinya mereka hanya ingin memusnahkan warga Palestina yang berada di Lebanon. Warga Palestina tidak akan aman dimanapun selama masih ada Zionis di muka bumi. Sampai saat ini, warga Palestina terus berjuang mempertahankan tanah mereka dalam aksi #GreatReturnMarch  yang semakin lama, semakin dimaruki Zionis Israel. Karena kini bukan hanya nyawa saja yang dipertaruhkan, namun juga dengan tanah Palestina. Sumber: Quds News Network, Harapanamalmulia.org, Tirto.id #InfoAbadi  #AnalBaktiDuniaIslam  #SabraShatila  #Palestina  #Repost  @harapanamalmulia
ELEGI PEMBANTAIAN SABRA-SHATILA 1982

Sejarah mencatat dengan lekat tragedi pembantaian warga Palestina yang tak berdosa di kamp pengungsian Sabra dan Shatila, Beirut Barat di Libanon oleh pasukan Zionis Israel pada 16-18 September 1982.

Mereka memerkosa, membunuh, dan memutilasi sebanyak lebih dari 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan orang tua.

Dipimpin oleh Ariel Sharon, dalam pembantaian keji ini pasukan Zionis  berkoalisi dengan milisi angkatan Kristen Lebanon, di bawah komando Elie Hobeika. Mereka beralibi bahwa pembantaian tersebut sebagai aksi pembersihan para pejuang PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di wilayah tersebut. Namun, sejatinya mereka hanya ingin memusnahkan warga Palestina yang berada di Lebanon.

Warga Palestina tidak akan aman dimanapun selama masih ada Zionis di muka bumi. Sampai saat ini, warga Palestina terus berjuang mempertahankan tanah mereka dalam aksi #GreatReturnMarch yang semakin lama, semakin dimaruki Zionis Israel. Karena kini bukan hanya nyawa saja yang dipertaruhkan, namun juga dengan tanah Palestina.

Sumber: Quds News Network, Harapanamalmulia, Tirto.id

www.harapanamalmulia.org

#HarapanAmalMulia
#AmalMulia
#MuliaDenganAmalTerbaik 
#SabraShatila
#Lebanon 
#Palestine
ELEGI PEMBANTAIAN SABRA-SHATILA 1982 Sejarah mencatat dengan lekat tragedi pembantaian warga Palestina yang tak berdosa di kamp pengungsian Sabra dan Shatila, Beirut Barat di Libanon oleh pasukan Zionis Israel pada 16-18 September 1982. Mereka memerkosa, membunuh, dan memutilasi sebanyak lebih dari 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan orang tua. Dipimpin oleh Ariel Sharon, dalam pembantaian keji ini pasukan Zionis berkoalisi dengan milisi angkatan Kristen Lebanon, di bawah komando Elie Hobeika. Mereka beralibi bahwa pembantaian tersebut sebagai aksi pembersihan para pejuang PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di wilayah tersebut. Namun, sejatinya mereka hanya ingin memusnahkan warga Palestina yang berada di Lebanon. Warga Palestina tidak akan aman dimanapun selama masih ada Zionis di muka bumi. Sampai saat ini, warga Palestina terus berjuang mempertahankan tanah mereka dalam aksi #GreatReturnMarch  yang semakin lama, semakin dimaruki Zionis Israel. Karena kini bukan hanya nyawa saja yang dipertaruhkan, namun juga dengan tanah Palestina. Sumber: Quds News Network, Harapanamalmulia, Tirto.id www.harapanamalmulia.org #HarapanAmalMulia  #AmalMulia  #MuliaDenganAmalTerbaik  #SabraShatila  #Lebanon  #Palestine 
~Aktor Pembantaian Sabra & Shatila~

Pada 15 September 1982, tentara Israel mengepung dua kamp pengungsi; Sabra & Shatila yg dihuni pengungsi Palestina. Baru keesokan harinya pada 16 September, tentara Israel mulai mengizinkan sekitar 150 milisi Kristen Phalangis (Kataeb Party) menyambangi Sabra dan Shatila. Selama satu setengah hari berikutnya, milisi Phalangis melakukan kekejaman dan sadisme brutal.

Mereka memerkosa, memutilasi dan membunuh sebanyak 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Kebanyakan dari mereka adalah para wanita, anak-anak, dan orang tua.

Follow - like - comment - tag - share
👉 @budiyahya_ig 👈
👉 @budiyahya_ig 👈
👉 @budiyahya_ig 👈

#sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikhislam #tarikhislam #tarikhislam #tarikhislam #siroh #siroh #siroh #sirohnabawiyah #sirohnabawiyah #sirohnabawiyah #sejarah #sejarah #sejarah #sejarah #sejarah #sabrashatila
~Aktor Pembantaian Sabra & Shatila~ Pada 15 September 1982, tentara Israel mengepung dua kamp pengungsi; Sabra & Shatila yg dihuni pengungsi Palestina. Baru keesokan harinya pada 16 September, tentara Israel mulai mengizinkan sekitar 150 milisi Kristen Phalangis (Kataeb Party) menyambangi Sabra dan Shatila. Selama satu setengah hari berikutnya, milisi Phalangis melakukan kekejaman dan sadisme brutal. Mereka memerkosa, memutilasi dan membunuh sebanyak 3.500 warga sipil Palestina dan Lebanon, termasuk warga Iran, Suriah, Pakistan, dan Aljazair. Kebanyakan dari mereka adalah para wanita, anak-anak, dan orang tua. Follow - like - comment - tag - share 👉 @budiyahya_ig 👈 👉 @budiyahya_ig 👈 👉 @budiyahya_ig 👈 #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikhislam  #tarikhislam  #tarikhislam  #tarikhislam  #siroh  #siroh  #siroh  #sirohnabawiyah  #sirohnabawiyah  #sirohnabawiyah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sabrashatila 
Mohamed al-Hasanein, warga Palestina penyintas lainnya menceritakan kenangannya dalam peristiwa berdarah itu. Ketika itu ia berusia 10 saat melihat seorang tentara Israel dan dua pria Lebanon tengah memotong janin dari seorang wanita hamil sebelum menggantungnya di dinding rumah. “Adalah keajaiban bahwa beberapa dari kita lolos dan dapat meneruskan kehidupan kita” kata al-Hasanein lagi. “Setelah para pembunuh dan Zionis pergi, bau kematian meresap ke kamp selama berbulan-bulan.” Source: Daily Sabah.
In Pict: Sabra Shatila Massacre 1982

Follow - like - comment - tag - share
👉 @budiyahya_ig 👈
👉 @budiyahya_ig 👈
👉 @budiyahya_ig 👈

#sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #sejarahislam #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikh #tarikhislam #tarikhislam #tarikhislam #tarikhislam #siroh #siroh #siroh #sirohnabawiyah #sirohnabawiyah #sirohnabawiyah #sejarah #sejarah #sejarah #sejarah #sejarah #sabrashatila
Mohamed al-Hasanein, warga Palestina penyintas lainnya menceritakan kenangannya dalam peristiwa berdarah itu. Ketika itu ia berusia 10 saat melihat seorang tentara Israel dan dua pria Lebanon tengah memotong janin dari seorang wanita hamil sebelum menggantungnya di dinding rumah. “Adalah keajaiban bahwa beberapa dari kita lolos dan dapat meneruskan kehidupan kita” kata al-Hasanein lagi. “Setelah para pembunuh dan Zionis pergi, bau kematian meresap ke kamp selama berbulan-bulan.” Source: Daily Sabah. In Pict: Sabra Shatila Massacre 1982 Follow - like - comment - tag - share 👉 @budiyahya_ig 👈 👉 @budiyahya_ig 👈 👉 @budiyahya_ig 👈 #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #sejarahislam  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikh  #tarikhislam  #tarikhislam  #tarikhislam  #tarikhislam  #siroh  #siroh  #siroh  #sirohnabawiyah  #sirohnabawiyah  #sirohnabawiyah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sejarah  #sabrashatila 
#sabrashatila #palestine #massacre
#katliam #filistin
Sabra ve Şatilla katliamı, 16 Eylül 1982 tarihinde İsrail yanlısı aşırı sağcı Hristiyan Falanjist milislerin Batı Beyrut'ta Sabra ve Şatilla adındaki Filistin mülteci kamplarını basarak çocuklar dâhil yüzlerce kişiyi katletti.
#sabrashatila  #palestine  #massacre  #katliam  #filistin  Sabra ve Şatilla katliamı, 16 Eylül 1982 tarihinde İsrail yanlısı aşırı sağcı Hristiyan Falanjist milislerin Batı Beyrut'ta Sabra ve Şatilla adındaki Filistin mülteci kamplarını basarak çocuklar dâhil yüzlerce kişiyi katletti.
Sabra and Shatila massacre مذبحه صبرا وشاتيلا 16/09/1980 #sabrashatila #warcrimes #crime #1982 #صبرا_وشاتيلا #مذبحه #فلسطين #لبنان #plastain #lebanon #humanrights
Never forget 
Remember the massacre of #SabraShatila
16-18 September 1982
#Handhala
لن ننسى ولن نغفر ولن نسامح من ارتكبوا مجزرة صبرا وشاتيلا وبعدها عشرات المجازر بحق شعب فلسطين. ولن نسامح من يسامح كائنا من كان.  To Dr  Swee Chai Ang by Nidal Hamad
Great Salute from a person never met you except on News Papers, Magazines and T.V. program. although It appears as if  I had met you before many times. However, Due to great loss of blood upon my arrival to the Hospital where you had worked tirelessly 
to save my life as I was unconscious  reflecting now on it, on my way to the hospital,
I was able to remember the road and buildings being half slopped  due to my lack of concentration, It was not dreams that over powering me on those critical moments, its like I was caught between two worlds, a world drowned me in its blood while the other world recaptured the reel of memory of my childhood
This make me ..., http://www.safsaf.org/word/2012/sep/131.htm #nidalhamad... Palestina libere .. fritt Palestina .. Wolna Palestyna .. free Palestine 🇵🇸.. bojkot izrael.., from Palestine to the world and from the world to free Palestine with love ❤️. 16/17&18 sep 1982 the massacre in Sabra and Chatila, to  Palestinians refugees camp in Lebanon by me #nidalhamad ..., #refugees #freedompalestine #longlivepalestine #palestinephotography #endisraeliwarcrimes #palestinelobby #endisraeliapartheid #endisraelioccupation #frittpalestina #sabrashatila #palestine🇵🇸 #palestine #palestina #savepalestina #palestinamerdeka #palestinalibre #aksibelapalestina#palestineresists #longlivepalestine #palestyna #belapalestina #kamibersamapalestina #palestinalivre#alqudsibukotapalestina #freepalestina#palestine_photos #falastin #endisraeliterrorism
لن ننسى ولن نغفر ولن نسامح من ارتكبوا مجزرة صبرا وشاتيلا وبعدها عشرات المجازر بحق شعب فلسطين. ولن نسامح من يسامح كائنا من كان. To Dr Swee Chai Ang by Nidal Hamad Great Salute from a person never met you except on News Papers, Magazines and T.V. program. although It appears as if I had met you before many times. However, Due to great loss of blood upon my arrival to the Hospital where you had worked tirelessly to save my life as I was unconscious reflecting now on it, on my way to the hospital, I was able to remember the road and buildings being half slopped due to my lack of concentration, It was not dreams that over powering me on those critical moments, its like I was caught between two worlds, a world drowned me in its blood while the other world recaptured the reel of memory of my childhood This make me ..., http://www.safsaf.org/word/2012/sep/131.htm #nidalhamad ... Palestina libere .. fritt Palestina .. Wolna Palestyna .. free Palestine 🇵🇸.. bojkot izrael.., from Palestine to the world and from the world to free Palestine with love ❤️. 16/17&18 sep 1982 the massacre in Sabra and Chatila, to Palestinians refugees camp in Lebanon by me #nidalhamad  ..., #refugees  #freedompalestine  #longlivepalestine  #palestinephotography  #endisraeliwarcrimes  #palestinelobby  #endisraeliapartheid  #endisraelioccupation  #frittpalestina  #sabrashatila  #palestine 🇵🇸 #palestine  #palestina  #savepalestina  #palestinamerdeka  #palestinalibre  #aksibelapalestina #palestineresists  #longlivepalestine  #palestyna  #belapalestina  #kamibersamapalestina  #palestinalivre #alqudsibukotapalestina  #freepalestina #palestine_photos  #falastin  #endisraeliterrorism 
18-September-1982
Sabra and shatila
"صبرا – تُمَزِّق صدرها المكشوفَ :
كم مَرَّة
تتفتَّحُ الزهرة
كم مرَّةً
ستُسافر الثورة
صبرا – تقاطُعُ شارعيْنِ على جَسَدْ
صبرا – نزولُ الروحِ في حَجَرٍ
وصبرا – لا أحدْ" #palestine #lebanon #sabrashatila
18-September-1982 Sabra and shatila "صبرا – تُمَزِّق صدرها المكشوفَ : كم مَرَّة تتفتَّحُ الزهرة كم مرَّةً ستُسافر الثورة صبرا – تقاطُعُ شارعيْنِ على جَسَدْ صبرا – نزولُ الروحِ في حَجَرٍ وصبرا – لا أحدْ" #palestine  #lebanon  #sabrashatila 
Never forget your roots. They made you strong.
#proudlebanese #beirut #ardjaloul #sabrashatila
#neverforgetyourroots #arabic 🇱🇧
Our "president" (israeli elect & agent) Donald Trump went to France to a World Summit which aimed to stop Global Warming which he (the United States) refused to sign in order to stop planet Earth from continually being completely destroyed. But when that happens, the billionaires and some world leaders will go to a space station before they nuke planet Earth in order to "clear it" for their safe return and the repopulating Earth with their white spawns. Then America can be great again. #donaldtrump #globalwarming #nationalgeographic #historychannel #rt #rtnews #rttv #france24 #sabrashatila #sabrashatilamassacre #coralreef #savetheplanet #savetheanimals #savetheelephants #virungamovie #savethewhales #israel #telaviv #palestine #jerusalem #peace
Our "president" (israeli elect & agent) Donald Trump went to France to a World Summit which aimed to stop Global Warming which he (the United States) refused to sign in order to stop planet Earth from continually being completely destroyed. But when that happens, the billionaires and some world leaders will go to a space station before they nuke planet Earth in order to "clear it" for their safe return and the repopulating Earth with their white spawns. Then America can be great again. #donaldtrump  #globalwarming  #nationalgeographic  #historychannel  #rt  #rtnews  #rttv  #france24  #sabrashatila  #sabrashatilamassacre  #coralreef  #savetheplanet  #savetheanimals  #savetheelephants  #virungamovie  #savethewhales  #israel  #telaviv  #palestine  #jerusalem  #peace 
Il est des #lectures qui vous bouleversent comme une #rencontre...
#soufimonamour en fait partie mais #lesmatinsdejenine a fait ressortir ce que j’avais essayé d’enfouir et m’a retournée...
« La seule vraie crasse est celle qui emplit nos cœurs. Les autres se lavent. Il n’y a qu’une chose qu’on ne peut pas laver à l’eau pure : les taches de la haine et du fanatisme qui contaminent notre âme. On peut tenter de purifier son corps par l’abstinence et le jeûne, mais seul l’amour purifiera le cœur. » Shams de Tabriz
#jenine #palestine #freepalestine #refugies #refugiéschezeux #love #unity #onelove #liberté #freedom #respect #patience #foi #espoir #nejamaisoublier #sabrashatila #refugiescamp #aimonsnouslesunslesautres #susanabulhawa #elifsafak #shamsdetabriz #rumi #poesie
Il est des #lectures  qui vous bouleversent comme une #rencontre ... #soufimonamour  en fait partie mais #lesmatinsdejenine  a fait ressortir ce que j’avais essayé d’enfouir et m’a retournée... « La seule vraie crasse est celle qui emplit nos cœurs. Les autres se lavent. Il n’y a qu’une chose qu’on ne peut pas laver à l’eau pure : les taches de la haine et du fanatisme qui contaminent notre âme. On peut tenter de purifier son corps par l’abstinence et le jeûne, mais seul l’amour purifiera le cœur. » Shams de Tabriz #jenine  #palestine  #freepalestine  #refugies  #refugiéschezeux  #love  #unity  #onelove  #liberté  #freedom  #respect  #patience  #foi  #espoir  #nejamaisoublier  #sabrashatila  #refugiescamp  #aimonsnouslesunslesautres  #susanabulhawa  #elifsafak  #shamsdetabriz  #rumi  #poesie 
L'Infatigable vendeur!
#sabrashatila
💞 #Heartmade production from recovered materials in #sabrashatila with the #ShamsNetwork in @ecosouk #circularliving
#SabraShatila massacre, made by #Israel never forget, never leave it unpunished! Justice for #Palestine
#SabraShatila massacre, made by #Israel
Never forget, never leave it unpunished! Justice for #Palestine

http://www.arabamerica.com/on-the-35th-anniversary-of-sabra-and-shatila-the-forgotten-refugees/
#SabraShatila  massacre, made by #Israel  Never forget, never leave it unpunished! Justice for #Palestine  http://www.arabamerica.com/on-the-35th-anniversary-of-sabra-and-shatila-the-forgotten-refugees/
From Moving Towards Home by June Jordan

#sabrashatila #sabrashatilamassacre #lebanon #1982 #junejordan
#EnsiklopediaPalestina
#Sabrashatila
Repost from Kasih Palestina ,
Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon.
Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut.
Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi.
Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya.
Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional.
Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini.
#palestineupdate #palestineday #Palestine #Beritapalestine #palestineforever #palestines #palestinefree #pejuangpalestina #Palestina #Palestinians #Palestin #Palestinewillbefree #Palestineunderattack #Palestineresists #Palestino #Palestinewillneverdie #Gaza #SaveGaza #BlokadeGaza
#EnsiklopediaPalestina  #Sabrashatila  Repost from Kasih Palestina , Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon. Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi. Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya. Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional. Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini. #palestineupdate  #palestineday  #Palestine  #Beritapalestine  #palestineforever  #palestines  #palestinefree  #pejuangpalestina  #Palestina  #Palestinians  #Palestin  #Palestinewillbefree  #Palestineunderattack  #Palestineresists  #Palestino  #Palestinewillneverdie  #Gaza  #SaveGaza  #BlokadeGaza 
#EnsiklopediaPalestina
#Sabrashatila
Repost from Kasih Palestina ,
Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon.
Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut.
Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi.
Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya.
Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional.
Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini.
#palestineupdate #palestineday #Palestine #Beritapalestine #palestineforever #palestines #palestinefree #pejuangpalestina #Palestina #Palestinians #Palestin #Palestinewillbefree #Palestineunderattack #Palestineresists #Palestino #Palestinewillneverdie #Gaza #SaveGaza #BlokadeGaza
#EnsiklopediaPalestina  #Sabrashatila  Repost from Kasih Palestina , Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon. Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi. Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya. Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional. Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini. #palestineupdate  #palestineday  #Palestine  #Beritapalestine  #palestineforever  #palestines  #palestinefree  #pejuangpalestina  #Palestina  #Palestinians  #Palestin  #Palestinewillbefree  #Palestineunderattack  #Palestineresists  #Palestino  #Palestinewillneverdie  #Gaza  #SaveGaza  #BlokadeGaza 
#EnsiklopediaPalestina
#Sabrashatila
Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon.
Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut.
Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi.
Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya.
Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional.
Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini.
Dapatkan informasi menarik, inspiratif dan berbagi kisah bersama Para Donatur rutin Kasih Palestina dengan bergabung di group WA kami;
Caranya cukup melakukan pendaftaran :
ketik :
REG#KASIH PALESTINA#NAMA#DOMISILI#L/P#No.WA
kirim ke : 08 123 2011 55 ( WA Only) 📩
Atau Melalui link: http://bit.ly/2vpQAlV
kemudian isi, lalu kirim
Mari berbagi Kasih untuk Palestina melalui;
Bank Syariah Mandiri, No.rek 1001 2016 2 6 A/n KASIH PALESTINA. Konfirmasi Donasi: 08 123 2011 55.
Semoga keberkahan bumi Palestina selalu mengiringi di dalam setiap aktivitas keseharian kita.
#KasihPalestina #InfoPalestina #Palestina #freepalestine #alaqsha #savealaqsha #savegaza #gaza #Donasipalestina #Donasi #Sedekah #palestine #palestineforever #palestines #palestinefree #pejuangpalestina #Palestinians #Palestin #Palestinewillbefree #Palestinewillneverdie
#EnsiklopediaPalestina  #Sabrashatila  Hari ini adalah hari ke-3 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon. Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi. Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya. Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional. Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini. Dapatkan informasi menarik, inspiratif dan berbagi kisah bersama Para Donatur rutin Kasih Palestina dengan bergabung di group WA kami; Caranya cukup melakukan pendaftaran : ketik : REG#KASIH  PALESTINA#NAMA #DOMISILI #L /P#No .WA kirim ke : 08 123 2011 55 ( WA Only) 📩 Atau Melalui link: http://bit.ly/2vpQAlV kemudian isi, lalu kirim Mari berbagi Kasih untuk Palestina melalui; Bank Syariah Mandiri, No.rek 1001 2016 2 6 A/n KASIH PALESTINA. Konfirmasi Donasi: 08 123 2011 55. Semoga keberkahan bumi Palestina selalu mengiringi di dalam setiap aktivitas keseharian kita. #KasihPalestina  #InfoPalestina  #Palestina  #freepalestine  #alaqsha  #savealaqsha  #savegaza  #gaza  #Donasipalestina  #Donasi  #Sedekah  #palestine  #palestineforever  #palestines  #palestinefree  #pejuangpalestina  #Palestinians  #Palestin  #Palestinewillbefree  #Palestinewillneverdie 
#EnsiklopediaPalestina
#Sabrashatila

Hari ini adalah hari ke-2 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon. 
Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut. 
Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi.

Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya. 
Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional. 
Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini. 
Share 📝 ------------------------------------------ Yuk Kita DONASI RUTIN BULANAN Untuk PALESTINA 😇
dengan berGabung Di Grup ‪#‎KASIHPALESTINA‬ (Berkah Setiap Hari bersama Palestina)🇵🇸😇
caranya, 
ketik :
REG#KASIH PALESTINA#NAMA#ALAMAT LENGKAP#L/P#No.WA
kirim ke : 08 123 2011 55 ( WA Only) 📩

Rekening Donasi : *(BSM)1001.2016.2.6 A.N KASIH PALESTINA* ✉ Konfirmasi : 08123 2011 55 *FB : Kasih Palestina*
*IG : KasihPalestina*
*FP : Kasih Palestina*
*BBM : D8217189*
*LINE : kasihpalestina*
#EnsiklopediaPalestina  #Sabrashatila  Hari ini adalah hari ke-2 tragedi pembantaian Sabra Shatila. Yang menewaskan 8000 orang pengungsi Palestina di Beirut Libanon. Menurut jejak peritiwa dan sejarah, Ariel Sharon adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Sebagai mentri petahanan pada saat itu dialah yang mengijinkan dan mengomandoi Pasukan zionis untuk mengepung kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Dengan alasan mencari pejuang Palestina yang masih bersembunyi. Namun faktanya yang ada hanyalah anak-anak, wanita dan para orang tua yang tidak berdaya. Dan hingga saat ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas kepentingan Zionis selaluh hilang, tidak pernah mendapatkan hukuman Internasional. Pembantaian Sabra Shatila bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Melainkan ada pembantaian-pembataian lain terhadap Rakyat Palestina... bahkan itu masih terjadi sampai saat ini. Share 📝 ------------------------------------------ Yuk Kita DONASI RUTIN BULANAN Untuk PALESTINA 😇 dengan berGabung Di Grup ‪#‎KASIHPALESTINA‬ (Berkah Setiap Hari bersama Palestina)🇵🇸😇 caranya,  ketik : REG#KASIH  PALESTINA#NAMA #ALAMAT  LENGKAP#L /P#No .WA kirim ke : 08 123 2011 55 ( WA Only) 📩 Rekening Donasi : *(BSM)1001.2016.2.6 A.N KASIH PALESTINA* ✉ Konfirmasi : 08123 2011 55 *FB : Kasih Palestina* *IG : KasihPalestina* *FP : Kasih Palestina* *BBM : D8217189* *LINE : kasihpalestina*
Massacro di Sabra e Shatila
di Robert Fisk "Furono le mosche a farcelo capire. Erano milioni e il loro ronzio era eloquente quasi quanto l'odore. Grosse come mosconi, all'inizio ci coprirono completamente, ignare della differenza tra vivi e morti. Se stavamo fermi a scrivere, si insediavano come un esercito - a legioni - sulla superficie bianca dei nostri taccuini, sulle mani, le braccia, le facce, sempre concentrandosi intorno agli occhi e alla bocca, spostandosi da un corpo all'altro, dai molti morti ai pochi vivi, da cadavere a giornalista, con i corpicini verdi, palpitanti di eccitazione quando trovavano carne fresca sulla quale fermarsi a banchettare. Se non ci muovevamo abbastanza velocemente, ci pungevano. Perlopiù giravano intorno alle nostre teste in una nuvola grigia, in attesa che assumessimo la generosa immobilità dei morti. Erano servizievoli quelle mosche, costituivano il nostro unico legame fisico con le vittime che ci erano intorno, ricordandoci che c'è vita anche nella morte. Qualcuno ne trae profitto. Le mosche sono imparziali. Per loro non aveva nessuna importanza che quei corpi fossero stati vittime di uno sterminio di massa. Le mosche si sarebbero comportate nello stesso modo con un qualsiasi cadavere non sepolto. Senza dubbio, doveva essere stato così anche nei caldi pomeriggi durante la Peste nera. All'inizio non usammo la parola massacro. Parlammo molto poco perché le mosche si avventavano infallibilmente sulle nostrae bocche. Per questo motivo ci tenevamo sopra un fazzoletto, poi ci coprimmo anche il naso perché le mosche si spostavano su tutta la faccia. Se a Sidone l'odore dei cadaveri era stato nauseante, il fetore di Shatila ci faceva vomitare. Lo sentivamo anche attraverso i fazzoletti più spessi. Dopo qualche minuto, anche noi cominciammo a puzzare di morto. Erano dappertutto, nelle strade, nei vicoli, nei cortili e nelle stanze distrutte, sotto i mattoni crollati e sui cumuli di spazzatura. Gli assassini - i miliziani cristiani che Israele aveva lasciato entrare nei campi per «spazzare via i terroristi» - se n'erano appena andati.." #robertfisk #shatila #sabrashatila #neverforget #massacre #reportage #photojournalism #beirut
Massacro di Sabra e Shatila di Robert Fisk "Furono le mosche a farcelo capire. Erano milioni e il loro ronzio era eloquente quasi quanto l'odore. Grosse come mosconi, all'inizio ci coprirono completamente, ignare della differenza tra vivi e morti. Se stavamo fermi a scrivere, si insediavano come un esercito - a legioni - sulla superficie bianca dei nostri taccuini, sulle mani, le braccia, le facce, sempre concentrandosi intorno agli occhi e alla bocca, spostandosi da un corpo all'altro, dai molti morti ai pochi vivi, da cadavere a giornalista, con i corpicini verdi, palpitanti di eccitazione quando trovavano carne fresca sulla quale fermarsi a banchettare. Se non ci muovevamo abbastanza velocemente, ci pungevano. Perlopiù giravano intorno alle nostre teste in una nuvola grigia, in attesa che assumessimo la generosa immobilità dei morti. Erano servizievoli quelle mosche, costituivano il nostro unico legame fisico con le vittime che ci erano intorno, ricordandoci che c'è vita anche nella morte. Qualcuno ne trae profitto. Le mosche sono imparziali. Per loro non aveva nessuna importanza che quei corpi fossero stati vittime di uno sterminio di massa. Le mosche si sarebbero comportate nello stesso modo con un qualsiasi cadavere non sepolto. Senza dubbio, doveva essere stato così anche nei caldi pomeriggi durante la Peste nera. All'inizio non usammo la parola massacro. Parlammo molto poco perché le mosche si avventavano infallibilmente sulle nostrae bocche. Per questo motivo ci tenevamo sopra un fazzoletto, poi ci coprimmo anche il naso perché le mosche si spostavano su tutta la faccia. Se a Sidone l'odore dei cadaveri era stato nauseante, il fetore di Shatila ci faceva vomitare. Lo sentivamo anche attraverso i fazzoletti più spessi. Dopo qualche minuto, anche noi cominciammo a puzzare di morto. Erano dappertutto, nelle strade, nei vicoli, nei cortili e nelle stanze distrutte, sotto i mattoni crollati e sui cumuli di spazzatura. Gli assassini - i miliziani cristiani che Israele aveva lasciato entrare nei campi per «spazzare via i terroristi» - se n'erano appena andati.." #robertfisk  #shatila  #sabrashatila  #neverforget  #massacre  #reportage  #photojournalism  #beirut 
#palestine #sabra #shatila #mahmoud_darvish 
امروز سالگرد کشتار #SabraShatila است که بیش از۳۵۰۰ زن و مرد و کودک فلسطینی در مدت سه روز کشته شدند.

بخشی از شعر بلند مديح الظل العالي
#شعر_معاصر #شعرعرب #فلسطين #سرزمین_اشغالی #صبراوشتیلا
#Repost @havalinho
・・・
On this day 35 years ago, my father and uncle where delivering water to the Palestinian refugee camp in Sabra & Shatila in Lebanon. Due to the horrific civil war, water had to always be delivered in big containers around the country since everything was bombarded and broken. What happened next is history,  and probably one of the worst massacre ever seen. The Lebanese Christian fascist Phalange and the Israeli IDF rolled in to the camp, surrounded it and completely closed it so nobody could get in or out. 
During the next 36 hours soldiers worked in teams to slaughter children, women and elderly, under the super vision of the IDF. 
The total death toll is between 3000-3500 refugees in 36 hours and most of them children and women. Many of the women where gang raped by the militia before being executed. 
This is one of many times that the Israeli government have been able to carry out their genocide against the Palestinian people and get away with it. 
This day marks one of the biggest shame on the Lebanese history, a history full of dark points.
What happened to my father and uncle?
They were able to get out of the camps due to their UN cards and their pronunciation of the word Tomato. This is how Israeli soldiers used to tell the difference between the Lebanese and the Palestinians due to the different pronunciation. They escaped the massacre with seconds to live and tell the story of what happened on that horrific day...
So tell me about why I shouldn't speak out for the Palestinian people for the rest of my life? 
#sabraandshatila#sabrashatila#genocide#massacre#ethniccleansing#humanrights#warcrimes#arielsharon#idf#zionism#israel#freepalestine#freegaza#activism#neverforget#humanity#politics#government#payitforward#lebanon#refugeecamp#refugees#1982#resistance#muslims#muslimah#ummah#hatecrime
#Repost  @havalinho ・・・ On this day 35 years ago, my father and uncle where delivering water to the Palestinian refugee camp in Sabra & Shatila in Lebanon. Due to the horrific civil war, water had to always be delivered in big containers around the country since everything was bombarded and broken. What happened next is history, and probably one of the worst massacre ever seen. The Lebanese Christian fascist Phalange and the Israeli IDF rolled in to the camp, surrounded it and completely closed it so nobody could get in or out. During the next 36 hours soldiers worked in teams to slaughter children, women and elderly, under the super vision of the IDF. The total death toll is between 3000-3500 refugees in 36 hours and most of them children and women. Many of the women where gang raped by the militia before being executed. This is one of many times that the Israeli government have been able to carry out their genocide against the Palestinian people and get away with it. This day marks one of the biggest shame on the Lebanese history, a history full of dark points. What happened to my father and uncle? They were able to get out of the camps due to their UN cards and their pronunciation of the word Tomato. This is how Israeli soldiers used to tell the difference between the Lebanese and the Palestinians due to the different pronunciation. They escaped the massacre with seconds to live and tell the story of what happened on that horrific day... So tell me about why I shouldn't speak out for the Palestinian people for the rest of my life? #sabraandshatila #sabrashatila #genocide #massacre #ethniccleansing #humanrights #warcrimes #arielsharon #idf #zionism #israel #freepalestine #freegaza #activism #neverforget #humanity #politics #government #payitforward #lebanon #refugeecamp #refugees #1982 #resistance #muslims #muslimah #ummah #hatecrime 
Sabra-Şatilla katliamının 35.yıldönümü.Kahrolsun siyonizm.....
https://youtu.be/KHlAsrssPac

#sabrashatila #downwithisrael #freepalestine #freekuds
Sabra and Shatila massacre, September 16-18, 1982
#freepalestine #freegaza #sabrashatila #massacre
On this day 35 years ago, my father and uncle where delivering water to the Palestinian refugee camp in Sabra & Shatila in Lebanon. Due to the horrific civil war, water had to always be delivered in big containers around the country since everything was bombarded and broken. What happened next is history,  and probably one of the worst massacre ever seen. The Lebanese Christian fascist Phalange and the Israeli IDF rolled in to the camp, surrounded it and completely closed it so nobody could get in or out. 
During the next 36 hours soldiers worked in teams to slaughter children, women and elderly, under the super vision of the IDF. 
The total death toll is between 3000-3500 refugees in 36 hours and most of them children and women. Many of the women where gang raped by the militia before being executed. 
This is one of many times that the Israeli government have been able to carry out their genocide against the Palestinian people and get away with it. 
This day marks one of the biggest shame on the Lebanese history, a history full of dark points.
What happened to my father and uncle?
They were able to get out of the camps due to their UN cards and their pronunciation of the word Tomato. This is how Israeli soldiers used to tell the difference between the Lebanese and the Palestinians due to the different pronunciation. They escaped the massacre with seconds to live and tell the story of what happened on that horrific day...
So tell me about why I shouldn't speak out for the Palestinian people for the rest of my life? 
#sabraandshatila#sabrashatila#genocide#massacre#ethniccleansing#humanrights#warcrimes#arielsharon#idf#zionism#israel#freepalestine#freegaza#activism#neverforget#humanity#politics#government#payitforward#lebanon#refugeecamp#refugees#1982#resistance#muslims#muslimah#ummah#hatecrime
On this day 35 years ago, my father and uncle where delivering water to the Palestinian refugee camp in Sabra & Shatila in Lebanon. Due to the horrific civil war, water had to always be delivered in big containers around the country since everything was bombarded and broken. What happened next is history, and probably one of the worst massacre ever seen. The Lebanese Christian fascist Phalange and the Israeli IDF rolled in to the camp, surrounded it and completely closed it so nobody could get in or out. During the next 36 hours soldiers worked in teams to slaughter children, women and elderly, under the super vision of the IDF. The total death toll is between 3000-3500 refugees in 36 hours and most of them children and women. Many of the women where gang raped by the militia before being executed. This is one of many times that the Israeli government have been able to carry out their genocide against the Palestinian people and get away with it. This day marks one of the biggest shame on the Lebanese history, a history full of dark points. What happened to my father and uncle? They were able to get out of the camps due to their UN cards and their pronunciation of the word Tomato. This is how Israeli soldiers used to tell the difference between the Lebanese and the Palestinians due to the different pronunciation. They escaped the massacre with seconds to live and tell the story of what happened on that horrific day... So tell me about why I shouldn't speak out for the Palestinian people for the rest of my life? #sabraandshatila #sabrashatila #genocide #massacre #ethniccleansing #humanrights #warcrimes #arielsharon #idf #zionism #israel #freepalestine #freegaza #activism #neverforget #humanity #politics #government #payitforward #lebanon #refugeecamp #refugees #1982 #resistance #muslims #muslimah #ummah #hatecrime 
Tateshots: Dia Al-Azzawi https://youtu.be/f8LDv2kthzw #Tate #modernart #Arab #Iraq #diaalazzawi #artist #sabrashatila
Last night I watched the terror events unfold in England and I couldn't help but notice the amount of extended media coverage which every European country receives after each attack, and I compared it to the amount of coverage given to Iraq, Syria, Lebanon, Palestine, Egypt, Afghanistan, Tunisia, Sudan, Somalia, or just about any other single Muslim or Arab nation in the world which is now suffering and it became clear to me that Europe gets way more attention and heartfelt condolences from the media even from the news anchors themselves than what they pass onto their Arab neighbors.
~
Not to shift the spotlight from Europe to Asia & Africa, or from England & France to give to Iraq & Palestine, but let's just say that, that media light shines a lot brighter for some than it does for others.
~
World peace begins only when all innocent victims are treated equally. Until then, injustice remains.
~
We stand with Syria, Iraq, England & The World as 1 🌐 we are all victims. Spread peace & love.
~
Thanks to all the support from all our British families & friends and the rest of them all around the world. 
#england #londo #terrorinlondon #france #paris #israel #jerusalem #beirut #lebanon #yemen #syria #isis #pewpew #tacticalgear #neverforget #twintowers #wtc1 #wtc2 #wtc7 #nothanksgiving #nativeamericans #sabrashatila #supportthetroops #waronterror #waroneducation #nomorelies #nowar
Last night I watched the terror events unfold in England and I couldn't help but notice the amount of extended media coverage which every European country receives after each attack, and I compared it to the amount of coverage given to Iraq, Syria, Lebanon, Palestine, Egypt, Afghanistan, Tunisia, Sudan, Somalia, or just about any other single Muslim or Arab nation in the world which is now suffering and it became clear to me that Europe gets way more attention and heartfelt condolences from the media even from the news anchors themselves than what they pass onto their Arab neighbors. ~ Not to shift the spotlight from Europe to Asia & Africa, or from England & France to give to Iraq & Palestine, but let's just say that, that media light shines a lot brighter for some than it does for others. ~ World peace begins only when all innocent victims are treated equally. Until then, injustice remains. ~ We stand with Syria, Iraq, England & The World as 1 🌐 we are all victims. Spread peace & love. ~ Thanks to all the support from all our British families & friends and the rest of them all around the world. #england  #londo  #terrorinlondon  #france  #paris  #israel  #jerusalem  #beirut  #lebanon  #yemen  #syria  #isis  #pewpew  #tacticalgear  #neverforget  #twintowers  #wtc1  #wtc2  #wtc7  #nothanksgiving  #nativeamericans  #sabrashatila  #supportthetroops  #waronterror  #waroneducation  #nomorelies  #nowar 
Perkongsian dari Beirut Lubnan.

Living in the shadows.
.
Apakah yang kau rasa apabila trauma yang tersangat lama sering mengetuk memori? Saat mendengar teriakan kanak-kanak disangka mereka dikejar askar Zionis. Bunyi letupan mercun merentap jantung  seakan tembakan yang pernah kau dengar satu ketika dulu. Dan keriuhan pasar disangka tentera Israel kembali menerjah. Sampai bilakah kau akan tersedar daripada mimpi ngeri ini?

Penerbit TV Alhijrah, Fitri Musa menyelami perasaan seorang mangsa tragedi penyembelihan beramai-ramai pelarian Palestin di kem Sabra & Shatila menahan trauma menceritakan saat dia menyaksikan ahli keluarganya dibunuh di depan mata.
.
#tvalhijrah #rapatkansaf
#massacre #palestinian #tvalhijrah #sabrashatila
Perkongsian dari Beirut Lubnan. Living in the shadows. . Apakah yang kau rasa apabila trauma yang tersangat lama sering mengetuk memori? Saat mendengar teriakan kanak-kanak disangka mereka dikejar askar Zionis. Bunyi letupan mercun merentap jantung seakan tembakan yang pernah kau dengar satu ketika dulu. Dan keriuhan pasar disangka tentera Israel kembali menerjah. Sampai bilakah kau akan tersedar daripada mimpi ngeri ini? Penerbit TV Alhijrah, Fitri Musa menyelami perasaan seorang mangsa tragedi penyembelihan beramai-ramai pelarian Palestin di kem Sabra & Shatila menahan trauma menceritakan saat dia menyaksikan ahli keluarganya dibunuh di depan mata. . #tvalhijrah  #rapatkansaf  #massacre  #palestinian  #tvalhijrah  #sabrashatila 
Living in the shadows.
.
Apakah yang kau rasa apabila trauma yang tersangat lama sering mengetuk memori? Saat mendengar teriakan kanak-kanak disangka mereka dikejar askar Zionis. Bunyi letupan mercun merentap jantung  seakan tembakan yang pernah kau dengar satu ketika dulu. Dan keriuhan pasar disangka tentera Israel kembali menerjah. Sampai bilakah kau akan tersedar daripada mimpi ngeri ini?

Aku menyelami perasaan seorang mangsa tragedi penyembelihan beramai-ramai pelarian Palestin di kem Sabra & Shatila menahan trauma menceritakan saat dia menyaksikan ahli keluarganya dibunuh di depan mata.
.
#massacre #palestinian #tvalhijrah #sabrashatila
Living in the shadows. . Apakah yang kau rasa apabila trauma yang tersangat lama sering mengetuk memori? Saat mendengar teriakan kanak-kanak disangka mereka dikejar askar Zionis. Bunyi letupan mercun merentap jantung seakan tembakan yang pernah kau dengar satu ketika dulu. Dan keriuhan pasar disangka tentera Israel kembali menerjah. Sampai bilakah kau akan tersedar daripada mimpi ngeri ini? Aku menyelami perasaan seorang mangsa tragedi penyembelihan beramai-ramai pelarian Palestin di kem Sabra & Shatila menahan trauma menceritakan saat dia menyaksikan ahli keluarganya dibunuh di depan mata. . #massacre  #palestinian  #tvalhijrah  #sabrashatila 
Perkongsian wartawan dan kru TV Alhijrah yang kini berada di Beirut Lubnan... Mengimbas tragedi pembunuhan beramai-ramai oleh tentera Israel di kem Sabra & Shatila. Kem ini berusia hampir 70 tahun sejak dibuka pada 1949 dan kini sesak dengan penduduk dengan hanya seluas 1 km persegi.
.
Kem Sabra Shatila diduduki kira-kira 15 ribu pelarian Palestin yang semakin tahun membina rumah di bahagian atap sedangkan asas binaan bawah tidak kukuh untuk binaan bertingkat.
.
Walaupun sudah lama menetap di sini, pelarian Palestin masih tidak diiktiraf sbg penduduk dan tidak mendapat hak dalam banyak urusan seperti pendidikan, pemilikan rumah, perkahwinan, pekerjaan dan undang-undang. .
#tvalhijrah #beirut #lebanon #palestinian #sabrashatila
Perkongsian wartawan dan kru TV Alhijrah yang kini berada di Beirut Lubnan... Mengimbas tragedi pembunuhan beramai-ramai oleh tentera Israel di kem Sabra & Shatila. Kem ini berusia hampir 70 tahun sejak dibuka pada 1949 dan kini sesak dengan penduduk dengan hanya seluas 1 km persegi. . Kem Sabra Shatila diduduki kira-kira 15 ribu pelarian Palestin yang semakin tahun membina rumah di bahagian atap sedangkan asas binaan bawah tidak kukuh untuk binaan bertingkat. . Walaupun sudah lama menetap di sini, pelarian Palestin masih tidak diiktiraf sbg penduduk dan tidak mendapat hak dalam banyak urusan seperti pendidikan, pemilikan rumah, perkahwinan, pekerjaan dan undang-undang. . #tvalhijrah  #beirut  #lebanon  #palestinian  #sabrashatila 
Mengimbas tragedi pembunuhan beramai-ramai oleh tentera Israel di kem Sabra & Shatila. Kem ini berusia hampir 70 tahun sejak dibuka pada 1949 dan kini sesak dengan penduduk dengan hanya seluas 1 km persegi.
.
Kem ini diduduki kira-kira 15 ribu pelarian Palestin yang semakin tahun membina rumah di bahagian atap sedangkan asas binaan bawah tidak kukuh untuk binaan bertingkat.
.
Walaupun sudah lama menetap di sini, pelarian Palestin masih tidak diiktiraf sbg penduduk dan tidak mendapat hak dalam byk urusan seperti pendidikan, pemilikan rumah, perkahwinan, pekerjaan dan undang-undang.
.
#tvalhijrah #beirut #lebanon #palestinian #sabrashatila
Mengimbas tragedi pembunuhan beramai-ramai oleh tentera Israel di kem Sabra & Shatila. Kem ini berusia hampir 70 tahun sejak dibuka pada 1949 dan kini sesak dengan penduduk dengan hanya seluas 1 km persegi. . Kem ini diduduki kira-kira 15 ribu pelarian Palestin yang semakin tahun membina rumah di bahagian atap sedangkan asas binaan bawah tidak kukuh untuk binaan bertingkat. . Walaupun sudah lama menetap di sini, pelarian Palestin masih tidak diiktiraf sbg penduduk dan tidak mendapat hak dalam byk urusan seperti pendidikan, pemilikan rumah, perkahwinan, pekerjaan dan undang-undang. . #tvalhijrah  #beirut  #lebanon  #palestinian  #sabrashatila 
Memoria ede cultura e bede quistu ca ole:
recorda ce ha successu cussì pueti capire
lu boia denta vittima puru dopu menz’ura
ma la vittima denta boia se nu tene cultura! 
#desaparecidos #shoah # Auschwitz #sabrashatila #abugrahib #srebrenica
#diaAzzawi retrospective exhibition @mathafmodern #doha curated by #CatherineDavid #2016 image: curatorial visit with #museumstaff at #AlRiwaqDoha in front of the work #SabraShatila loan from #TateModern #collection
The #eyes say it all and his has documents and evidence of his Son who was massacred in #1982 by the #israelis and Lebanese Christian phalanges. #justice #sabrashatila #massacre
في ذكرى صبرا وشاتيلا - In Memory of Sabra and Shatila
.
.
.
(The 34th anniversary of the three-day Sabra and Shatila Massacre, carried by the Israeli soldiers under its then Minister of Defence Ariel Sharon and Lebanon's Phalangist.  Killing approximately 3500 innocent palestinian refugees and lebanese, mostly elders, women and children)

ليلتا أيلول
وأنت في النوم العميق
عندما جاءت النعامة المصفحة
اختبأت وراء أسوار الجبناء
وأنت في خيام الضعفاء الأبرياء النبلاء
لك كل هدوء وحرية
لك كل مجد وكرامة

علمتني الصبر يا صبرا
عندما أتاك الكتائب المجرمون
وحاصرتك جيوش أرييل 
دافعت عن الحقوق المسروقة
التي استخفها العالم ويبقى صامتا
فحسبك الله ونعم الوكيل
وحسبك الله ونعم الوكيل

سلاما يا صبرا وشاتيلا
تعيشين دائما في أعمق ذكرياتنا
موتك شهادة
وموتك ولادة 
The two nights in September
You were in a deep sleep
When the armoured cowards approached
Hiding behind the walls of their cowardice
And you were in the tents of the weak, innocent and noble
For you were tranquility and freedom
For you were glory and dignity

You have taught me patience O Sabra
When the criminal Phalangists came for you
And the armies of Ariel besieged you
You stood up for your stolen rights
Which the world had belittled and remained silent
For Allah is sufficient for you and He is the best of guardians
And Allah is sufficient for you and He is the best of guardians

Peace on you O Sabra and Shatila
You always live in our deepest memories
Your death is a witness
And your death is a rebirth

Gombak, Selangor
September 18th 2016

#sabrashatila
#neverforget
#neverforgive
في ذكرى صبرا وشاتيلا - In Memory of Sabra and Shatila . . . (The 34th anniversary of the three-day Sabra and Shatila Massacre, carried by the Israeli soldiers under its then Minister of Defence Ariel Sharon and Lebanon's Phalangist. Killing approximately 3500 innocent palestinian refugees and lebanese, mostly elders, women and children) ليلتا أيلول وأنت في النوم العميق عندما جاءت النعامة المصفحة اختبأت وراء أسوار الجبناء وأنت في خيام الضعفاء الأبرياء النبلاء لك كل هدوء وحرية لك كل مجد وكرامة علمتني الصبر يا صبرا عندما أتاك الكتائب المجرمون وحاصرتك جيوش أرييل دافعت عن الحقوق المسروقة التي استخفها العالم ويبقى صامتا فحسبك الله ونعم الوكيل وحسبك الله ونعم الوكيل سلاما يا صبرا وشاتيلا تعيشين دائما في أعمق ذكرياتنا موتك شهادة وموتك ولادة The two nights in September You were in a deep sleep When the armoured cowards approached Hiding behind the walls of their cowardice And you were in the tents of the weak, innocent and noble For you were tranquility and freedom For you were glory and dignity You have taught me patience O Sabra When the criminal Phalangists came for you And the armies of Ariel besieged you You stood up for your stolen rights Which the world had belittled and remained silent For Allah is sufficient for you and He is the best of guardians And Allah is sufficient for you and He is the best of guardians Peace on you O Sabra and Shatila You always live in our deepest memories Your death is a witness And your death is a rebirth Gombak, Selangor September 18th 2016 #sabrashatila  #neverforget  #neverforgive 
@Regrann from @spiritofaqsa -  Sebelum mengakhiri hari ini...
Adakah yang tahu peristiwa Sabra &  Shatila?

Hari ini bertepatan dengan peringatan 34 tahun pembantaian yang dilakukan zionis Israel pada 16 September tahun 1982 di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon. 
Pembantaian terjadi selama tiga hari, tanggal 16–18 September yang menewaskan 3500 hingga 5000 orang dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak dan lansia. Sebagian besar mereka adalah pengungsi Palestina, sebagian lagi warga Libanon.

Pembantaian dimulai setelah militer zionis yang dipimpin Menhannya saat itu, Ariel Sharon dan Rafael Eitan sebagai panglima perang mengepung kamp pengungsi kemudian menggelar pembantaian tersebut jauh dari pantauan media massa.

Selengkapnya ada di web soa :

http://www.spiritofaqsa.org/2016/09/mengenang-34-tahun-pembantaian-di-sabra.html

#sabra #shatila #sabra&shatila #sabraandshatila #sabrashatila #massacre #refugee #pengungsi #pembantaian #palestine #palestina #spiritofaqsa - #regrann
@Regrann from @spiritofaqsa - Sebelum mengakhiri hari ini... Adakah yang tahu peristiwa Sabra & Shatila? Hari ini bertepatan dengan peringatan 34 tahun pembantaian yang dilakukan zionis Israel pada 16 September tahun 1982 di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon. Pembantaian terjadi selama tiga hari, tanggal 16–18 September yang menewaskan 3500 hingga 5000 orang dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak dan lansia. Sebagian besar mereka adalah pengungsi Palestina, sebagian lagi warga Libanon. Pembantaian dimulai setelah militer zionis yang dipimpin Menhannya saat itu, Ariel Sharon dan Rafael Eitan sebagai panglima perang mengepung kamp pengungsi kemudian menggelar pembantaian tersebut jauh dari pantauan media massa. Selengkapnya ada di web soa : http://www.spiritofaqsa.org/2016/09/mengenang-34-tahun-pembantaian-di-sabra.html #sabra  #shatila  #sabra &shatila #sabraandshatila  #sabrashatila  #massacre  #refugee  #pengungsi  #pembantaian  #palestine  #palestina  #spiritofaqsa  - #regrann 
Pembunuhan kejam besar-besaran.. #Repost @pcomalaysia with @repostapp
・・・
16-18th september 2016, marked as the 34th anniversary of Sabra & Shatila massacre, where 3500 approximately Palestinian refugees in Lebanon have been killed by Israeli.

The real number is hard to determine because bodies were buried quickly in mass graves or never found, and many men were marched out of the camp and “disappeared.” #sabrashatila
#palestine #freepalestine #refugees
#humanity #right #freedom #savepalestine #pcomalaysia
Pembunuhan kejam besar-besaran.. #Repost  @pcomalaysia with @repostapp ・・・ 16-18th september 2016, marked as the 34th anniversary of Sabra & Shatila massacre, where 3500 approximately Palestinian refugees in Lebanon have been killed by Israeli. The real number is hard to determine because bodies were buried quickly in mass graves or never found, and many men were marched out of the camp and “disappeared.” #sabrashatila  #palestine  #freepalestine  #refugees  #humanity  #right  #freedom  #savepalestine  #pcomalaysia 
16-18th september 2016, marked as the 34th anniversary of Sabra & Shatila massacre, where 3500 approximately Palestinian refugees in Lebanon have been killed by Israeli.

The real number is hard to determine because bodies were buried quickly in mass graves or never found, and many men were marched out of the camp and “disappeared.” #sabrashatila
#palestine #freepalestine #refugees
#humanity #right #freedom #savepalestine #pcomalaysia
Sebelum mengakhiri hari ini...
Adakah yang tahu peristiwa Sabra &  Shatila?

Hari ini bertepatan dengan peringatan 34 tahun pembantaian yang dilakukan zionis Israel pada 16 September tahun 1982 di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon. 
Pembantaian terjadi selama tiga hari, tanggal 16–18 September yang menewaskan 3500 hingga 5000 orang dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak dan lansia. Sebagian besar mereka adalah pengungsi Palestina, sebagian lagi warga Libanon.

Pembantaian dimulai setelah militer zionis yang dipimpin Menhannya saat itu, Ariel Sharon dan Rafael Eitan sebagai panglima perang mengepung kamp pengungsi kemudian menggelar pembantaian tersebut jauh dari pantauan media massa.

Selengkapnya ada di web soa :

http://www.spiritofaqsa.org/2016/09/mengenang-34-tahun-pembantaian-di-sabra.html

#sabra #shatila #sabra&shatila #sabraandshatila #sabrashatila #massacre #refugee #pengungsi #pembantaian #palestine #palestina #spiritofaqsa
Sebelum mengakhiri hari ini... Adakah yang tahu peristiwa Sabra & Shatila? Hari ini bertepatan dengan peringatan 34 tahun pembantaian yang dilakukan zionis Israel pada 16 September tahun 1982 di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon. Pembantaian terjadi selama tiga hari, tanggal 16–18 September yang menewaskan 3500 hingga 5000 orang dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak dan lansia. Sebagian besar mereka adalah pengungsi Palestina, sebagian lagi warga Libanon. Pembantaian dimulai setelah militer zionis yang dipimpin Menhannya saat itu, Ariel Sharon dan Rafael Eitan sebagai panglima perang mengepung kamp pengungsi kemudian menggelar pembantaian tersebut jauh dari pantauan media massa. Selengkapnya ada di web soa : http://www.spiritofaqsa.org/2016/09/mengenang-34-tahun-pembantaian-di-sabra.html #sabra  #shatila  #sabra &shatila #sabraandshatila  #sabrashatila  #massacre  #refugee  #pengungsi  #pembantaian  #palestine  #palestina  #spiritofaqsa 
#SabraShatila

Today: Remembering Sabra and Shatila Massacre marks the 34st anniversary that took place starting on September 16 1982, after the Israeli occupation forces led back then by Ariel Sharon, surrounded the refugee camp after invading Beirut, and granted access to the Phalanges to enter the camp to slaughter its refugees. They were women, children and eldely who were raped, tortured, killed and mutilated. Sabra and Shatila massacre remains as a noticeable and unforgettable slight against humanity. "Nedal Hamdouna"

#palestine #gaza #lebanon #syria #homs #aleppo #iraq #afghanistan #kurdish #yemen #freedom #freepalestine #freesyria #freeiraq #freekurdistan #savethechildren #refugeeswelcome #refugee #burma #muslim #hebron #jerusalem #stopisis #iran  #afrika #children #wakeupummah #sabra #shatila
#SabraShatila  Today: Remembering Sabra and Shatila Massacre marks the 34st anniversary that took place starting on September 16 1982, after the Israeli occupation forces led back then by Ariel Sharon, surrounded the refugee camp after invading Beirut, and granted access to the Phalanges to enter the camp to slaughter its refugees. They were women, children and eldely who were raped, tortured, killed and mutilated. Sabra and Shatila massacre remains as a noticeable and unforgettable slight against humanity. "Nedal Hamdouna" #palestine  #gaza  #lebanon  #syria  #homs  #aleppo  #iraq  #afghanistan  #kurdish  #yemen  #freedom  #freepalestine  #freesyria  #freeiraq  #freekurdistan  #savethechildren  #refugeeswelcome  #refugee  #burma  #muslim  #hebron  #jerusalem  #stopisis  #iran  #afrika  #children  #wakeupummah  #sabra  #shatila 
A baker and mother we interviewed for our latest collaborative film project between students in #lebanon and #thenetherlands. Look for her voice and others at openroadsmedia.org

#palestine #refugees #openroadsmedia #beirut #sabrashatila
Ang Swee Chai grew up supporting Israel. Arabs, she was told, were terrorists. But in 1982, the British Media broadcasted the relentless bombing of Beirut by Israeli planes. Shocked, her view of Israel began to change. 
It was then that she heard of an international appeal for an orthopaedic surgeonto treat war victims in Beirut. So she resigned her job in London,bade her husband farewell and set out on a journey to civil war in Beirut. "From Beirut to Jerusalem" is the true story of one woman's journey to make the world notice the plight of the Palestinian people. 
First published 1989. 
Reprinted 4 times. This is the second edition printed in 2011. 
#palestine #palestinewillprevail #reading #sabrashatila #civilwar #beirut #refugees
Ang Swee Chai grew up supporting Israel. Arabs, she was told, were terrorists. But in 1982, the British Media broadcasted the relentless bombing of Beirut by Israeli planes. Shocked, her view of Israel began to change. It was then that she heard of an international appeal for an orthopaedic surgeonto treat war victims in Beirut. So she resigned her job in London,bade her husband farewell and set out on a journey to civil war in Beirut. "From Beirut to Jerusalem" is the true story of one woman's journey to make the world notice the plight of the Palestinian people. First published 1989. Reprinted 4 times. This is the second edition printed in 2011. #palestine  #palestinewillprevail  #reading  #sabrashatila  #civilwar  #beirut  #refugees 
Kuwaiti Artist Sami Mohammed intrigues and shocks us with his work about the human condition in suffering, resistance and breaking out of "boxes" that we are placed in by society. His epic works, Sabra and Shatila Massacre and Penetration are now on view at #Mathaf @qatar_museums @qatarfoundation #SamiMohammed #SabraShatila  تتمثل اعمال الفنان الكويتي الكبير سامي محمد بقضايا الآلام والتقيد والمقاومة في عالم الانسان حيث يصدمنا ويدهشنا في الان ذاته كما نراها في أعماله المعروضة حاليا في #متحف مثل "مذبحة صبرا و شتيلا" و " الاختراق" #متاحف_قطر #موسسة_قطر #سامي_محمد #الكويت #kuwait
Kuwaiti Artist Sami Mohammed intrigues and shocks us with his work about the human condition in suffering, resistance and breaking out of "boxes" that we are placed in by society. His epic works, Sabra and Shatila Massacre and Penetration are now on view at #Mathaf  @qatar_museums @qatarfoundation #SamiMohammed  #SabraShatila  تتمثل اعمال الفنان الكويتي الكبير سامي محمد بقضايا الآلام والتقيد والمقاومة في عالم الانسان حيث يصدمنا ويدهشنا في الان ذاته كما نراها في أعماله المعروضة حاليا في #متحف  مثل "مذبحة صبرا و شتيلا" و " الاختراق" #متاحف_قطر  #موسسة_قطر  #سامي_محمد  #الكويت  #kuwait 
Look @bella_freud what Mr Abu of  CYC Shatila showed me this week...he said to send you big thanks! And big luv from us both #children&youthcenter #cyc #shatilacamp #beirut #lebanon #33rdanniversary #sabrashatila #refugeecamp #horrendousevent #1982 #palestinianrefugees #neverforget #hopingfoundation #scarf #palestine #beautifullydesigned #bellafreud #peace
🌹
#Portrait of a Palestinian girl
#art #gallery #syukur #September #prayforPalestine #SabraShatila

Bukan setakat pembunuhan, malah ia digelar penyembelihan! 3,500 orang Palestin dan Lebanon telah dibunuh dengan kejam di kem pelarian Sabra dan Shatila di Beirut pada 16-18 September 1982. Rejim Zionis di bawah pemerintahan Ariel Sharon telah mengambil kesempatan menggunakan puak militia Palangist Kristian untuk melakukan pembunuhan beramai2 pelarian Palestin di kedua2 kem.

Semoga roh mereka tenang di sana.. aminn.
🌹 #Portrait  of a Palestinian girl #art  #gallery  #syukur  #September  #prayforPalestine  #SabraShatila  Bukan setakat pembunuhan, malah ia digelar penyembelihan! 3,500 orang Palestin dan Lebanon telah dibunuh dengan kejam di kem pelarian Sabra dan Shatila di Beirut pada 16-18 September 1982. Rejim Zionis di bawah pemerintahan Ariel Sharon telah mengambil kesempatan menggunakan puak militia Palangist Kristian untuk melakukan pembunuhan beramai2 pelarian Palestin di kedua2 kem. Semoga roh mereka tenang di sana.. aminn.
Flashback"

In memory of Palestinian Innocents who killed in Sabra and Shatila Camp in Lebanon on 16, Sept, 1982 .. Thousands killed there mostly children and women !! We will never forgive we will never forget !! Remebering Sabra & Shatila Massacre.

On 16.09.1982, the Israeli army controlled West Beirut, sealed off the 2 Palestinian refugee camps Sabra and Shatila and fired shells at them. Later, the Israeli military command gave the Israeli-allied Lebanese Phalangist militia the green light to enter the refugee camps.
#sabrashatila
Flashback" In memory of Palestinian Innocents who killed in Sabra and Shatila Camp in Lebanon on 16, Sept, 1982 .. Thousands killed there mostly children and women !! We will never forgive we will never forget !! Remebering Sabra & Shatila Massacre. On 16.09.1982, the Israeli army controlled West Beirut, sealed off the 2 Palestinian refugee camps Sabra and Shatila and fired shells at them. Later, the Israeli military command gave the Israeli-allied Lebanese Phalangist militia the green light to enter the refugee camps. #sabrashatila 
Terug in de tijd"

Vandaag 33 jaar geleden: de massamoord van Palestijnse vluchtelingen in Sabra en Shatila.

In 1948 voerden zionistische milities een grootschalige operatie van etnische zuivering uit. De moordpartijen leidden tot de vlucht van 800.000 Palestijnen uit hun huizen, de Nakba. Zionistische leiders riepen hun staat ‘Israël’ uit en bouwden deze op de ruïnes van Palestijnse dorpen en steden.
Libanon was een van de omringende landen waar Palestijnen naartoe vluchtten. Daar wonen ze tot op de dag van vandaag in dichtbevolkte ghetto’s, ook wel vluchtelingenkampen genoemd. 
De Palestijnse bevrijdingsorganisatie PLO was ook actief in Libanon, toen zij Libanon in 1982 verlieten zagen de zionisten een kans om de achtergebleven bevolking te straffen. De inwoners van Sabra en Shatila zouden de hoogste prijs betalen.
In juni 1982 pleegde ‘Israël’ voor de tweede keer een invasie in Libanon, die zou leiden tot de dood van zo’n 20.000 mensen. Het Shatila kamp en de wijk Sabra in Beiroet werden op 16 september van dat jaar omsingeld door het ‘Israëlische’ leger, onder leiding van Minister van Defensie Ariel Sharon. De Falangisten, een extreem-rechtseLibanese partij wiens militie getraind en bewapend werd door ‘Israël’, werden door Sharon uitgekozen om het vluchtelingenkamp te betreden en een bloedbad aan te richten onder de bevolking.#sabrashatila
Terug in de tijd" Vandaag 33 jaar geleden: de massamoord van Palestijnse vluchtelingen in Sabra en Shatila. In 1948 voerden zionistische milities een grootschalige operatie van etnische zuivering uit. De moordpartijen leidden tot de vlucht van 800.000 Palestijnen uit hun huizen, de Nakba. Zionistische leiders riepen hun staat ‘Israël’ uit en bouwden deze op de ruïnes van Palestijnse dorpen en steden. Libanon was een van de omringende landen waar Palestijnen naartoe vluchtten. Daar wonen ze tot op de dag van vandaag in dichtbevolkte ghetto’s, ook wel vluchtelingenkampen genoemd.  De Palestijnse bevrijdingsorganisatie PLO was ook actief in Libanon, toen zij Libanon in 1982 verlieten zagen de zionisten een kans om de achtergebleven bevolking te straffen. De inwoners van Sabra en Shatila zouden de hoogste prijs betalen. In juni 1982 pleegde ‘Israël’ voor de tweede keer een invasie in Libanon, die zou leiden tot de dood van zo’n 20.000 mensen. Het Shatila kamp en de wijk Sabra in Beiroet werden op 16 september van dat jaar omsingeld door het ‘Israëlische’ leger, onder leiding van Minister van Defensie Ariel Sharon. De Falangisten, een extreem-rechtseLibanese partij wiens militie getraind en bewapend werd door ‘Israël’, werden door Sharon uitgekozen om het vluchtelingenkamp te betreden en een bloedbad aan te richten onder de bevolking.#sabrashatila 
Today marks the 33rd anniversary of the massacre of Sabra and Shatila. Hundreds (possibly thousands) of Palestinian refugees slaughtered while Israeli forces watched and encouraged. Never forget. #sabrashatila
Today marks the 33rd anniversary of the massacre of Sabra and Shatila. Hundreds (possibly thousands) of Palestinian refugees slaughtered while Israeli forces watched and encouraged. Never forget. #sabrashatila 
#Repost @thanaa89 with @repostapp.
・・・
September 16, 1982 Sabra w Shatila massacre was the most horrid massacre Israel committed onto Palestinians in Lebanon..Just ONE of many Israels warcrimes. This massacre only lasted several days but left 1,700+ left for dead. Women were raped, children killed in dead blood, men dragged and shot to death. Sabra w Shatila massacre is still as painful as the many atrocities Israel is still committing today. #SabraShatila #Palestine #Lebanon #NeverForgiveNeverForget #palestinewillbefree #sabrashatilamassacre
#Repost  @thanaa89 with @repostapp. ・・・ September 16, 1982 Sabra w Shatila massacre was the most horrid massacre Israel committed onto Palestinians in Lebanon..Just ONE of many Israels warcrimes. This massacre only lasted several days but left 1,700+ left for dead. Women were raped, children killed in dead blood, men dragged and shot to death. Sabra w Shatila massacre is still as painful as the many atrocities Israel is still committing today. #SabraShatila  #Palestine  #Lebanon  #NeverForgiveNeverForget  #palestinewillbefree  #sabrashatilamassacre 
#Repost @mathafmodern with @repostapp.
・・・
اعمال الفنان الكبير سامي محمد "الاختراق" و "صبرا وشاتيلا" معروضة الان في ردهة متحف #متاحف_قطر #مؤسسة_قطر #سامي_محمد  Currently on view at Mathaf  sculptures by artist Sami Mohammed " Sabra and Shatila" and "Attempt to Exit" @qatar_museums @qatarfoundation #SamiMohammed #SabraShatila .
-*سامي محمد- علامة مضيئة في التشكيل الكويتي .
#Repost  @mathafmodern with @repostapp. ・・・ اعمال الفنان الكبير سامي محمد "الاختراق" و "صبرا وشاتيلا" معروضة الان في ردهة متحف #متاحف_قطر  #مؤسسة_قطر  #سامي_محمد  Currently on view at Mathaf sculptures by artist Sami Mohammed " Sabra and Shatila" and "Attempt to Exit" @qatar_museums @qatarfoundation #SamiMohammed  #SabraShatila  . -*سامي محمد- علامة مضيئة في التشكيل الكويتي .
"We went back to see dead bodies explode as they were being removed because the Phalangists and Israelis placed mines underneath them," ~ Survivor
"We went back to see dead bodies explode as they were being removed because the Phalangists and Israelis placed mines underneath them," ~ Survivor