an online Instagram web viewer
Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَلَا يُسْتَحَبُّ الصَّلَاةُ عِنْدَهُ وَلَا قَصْدُهُ لِلدُّعَاءِ عِنْدَهُ أَوْ بِهِ ؛ لِأَنَّ هَذِهِ الْأُمُورَ كَانَتْ مِنْ أَسْبَابِ الشِّرْكِ وَعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ “Para ulama sepakat tidak dianjurkan shalat di sisi kubur, tidak pula berdo’a di sisi kubur atau berdo’a lewat perantaraan kubur. Karena seluruh hal ini  adalah perantara pada syirik dan sebab penyembahan kepada watsn (segala sesuatu yang disembah selain Allah). ” (Majmu’ Al Fatawa, 27: 31). Hal ini menunjukkan terlarangnya berdo’a di kubur wali, habaib atau orang sholih. Namun yang dibolehkan adalah mendo’akan kebaikan untuk si mayit seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan ketika kita ziarah kubur dan tetap menghadap kiblat. Do’a yang dimaksud adalah,

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 975). Adapun jika do’anya menjadikan mayit sebagai perantara, ini adalah amalan bid’ah dan perantara menuju syirik. Yang lebih parah adalah berdo’a kepada mayit atau menjadikan mayit sebagai perantara pada Allah namun di dalamnya ada ibadah kepada selain Allah seperti ada tumbal, sesaji, dll, ini termasuk syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam. Lihat bahasan Rumaysho.com: Menjadikan Selain Allah sebagai Perantara dalam Do’a. 
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. 
@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh-KSA, 13 Shafar 1434 H

www.rumaysho.com

#bidah #syirik #pemudaacehhijrah #pemudahijrah #ustadznuzuldzikri #khalidbasalamah #syafiqrizabasalamah #khitbah #ustadzkhalid #mariberhijrah #tobat #pemudaakhirzaman  #sunnah #sunnahrasul #ustadzkhalidbasalamah #indonesiabertauhid #beranihijrah  #acehmengaji #pemudahijrah

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, وَلَا يُسْتَحَبُّ الصَّلَاةُ عِنْدَهُ وَلَا قَصْدُهُ لِلدُّعَاءِ عِنْدَهُ أَوْ بِهِ ؛ لِأَنَّ هَذِهِ الْأُمُورَ كَانَتْ مِنْ أَسْبَابِ الشِّرْكِ وَعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ “Para ulama sepakat tidak dianjurkan shalat di sisi kubur, tidak pula berdo’a di sisi kubur atau berdo’a lewat perantaraan kubur. Karena seluruh hal ini adalah perantara pada syirik dan sebab penyembahan kepada watsn (segala sesuatu yang disembah selain Allah). ” (Majmu’ Al Fatawa, 27: 31). Hal ini menunjukkan terlarangnya berdo’a di kubur wali, habaib atau orang sholih. Namun yang dibolehkan adalah mendo’akan kebaikan untuk si mayit seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan ketika kita ziarah kubur dan tetap menghadap kiblat. Do’a yang dimaksud adalah, السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 975). Adapun jika do’anya menjadikan mayit sebagai perantara, ini adalah amalan bid’ah dan perantara menuju syirik. Yang lebih parah adalah berdo’a kepada mayit atau menjadikan mayit sebagai perantara pada Allah namun di dalamnya ada ibadah kepada selain Allah seperti ada tumbal, sesaji, dll, ini termasuk syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam. Lihat bahasan Rumaysho.com: Menjadikan Selain Allah sebagai Perantara dalam Do’a. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. @ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh-KSA, 13 Shafar 1434 H www.rumaysho.com #bidah  #syirik  #pemudaacehhijrah  #pemudahijrah  #ustadznuzuldzikri  #khalidbasalamah  #syafiqrizabasalamah  #khitbah  #ustadzkhalid  #mariberhijrah  #tobat  #pemudaakhirzaman  #sunnah  #sunnahrasul  #ustadzkhalidbasalamah  #indonesiabertauhid  #beranihijrah  #acehmengaji  #pemudahijrah 

8 Comments:

  1. pac_ansor_kutowinangun

    pantas rujukannya aja ibn taimiyah

  2. auliya854

    Imam Khathib al-Baghdadi meriwayatkan : حدثنا أبو عبد الله محمد بن علي بن عبد الله الصوري قال سمعت أبا الحسين محمد بن أحمد بن جميع يقول سمعت أبا عبد الله بن المحاملي يقول: أعرف قبر معروف الكرخي منذ سبعين سنة ما قصده مهموم الا فرج الله همه “ Telah menceritakan pada kami Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Abdullah ash-Shuri, ie berkata, “ Aku telah mendengar Abul Husain Muhammad bin Ahmad bin Jami’ berkata, “ Aku mendengar Abu Abdillah bin al-Muhamili berkata, “ Aku mengetahui kuburan Ma’ruf al-Khurkhi sejak 70 tahun, tidaklah sesorang yang suah datang menujunya kecuali Allah akan lapangkan kesusahannya “.[3] Abu Abdillah bin al-Muhamili ini lahir di Baghdad pada tahun 235 H dan wafat pada tahun 330 H Seorang ulama salaf bernama Ibrahim al-Harbi (Lahir 198 H) di mana imam Ahmad bin Hanbal pernah memondokkan putranya pada beliau, seorang Hafidz, Faqih dan Mujtahid pernah berkata : قبر معروفٍ الترياق المجرب “ Kuburan Ma’ruf al-Kurkhi adalah obat yang mujarrab “, Al-Khatib al-Baghdadi mengomentarinya : “ Tiryaq adalah obat yang diracik dari berbagai bahan yang dikenal di kalangan para tabib masa lalu karena banyaknya manfaatnya, dan banyak macamnya. Al-Harbi menyerupakan makam Ma’ruf al-Kurkhi dengan obat di dalam banyaknya manfaat, maka seolah-olah al-Harbi berkata : “ Wahai manusia, datanglah ke kuburan Ma’ruf al-Kurkhi dengan bertabarruk karena banyak manfaat yang akan diperoleh “.(Tarikh Baghdad : 1/122) Al-Khatib al-Baghdadi menyebutkan : باب ما ذكر في مقابر بغداد المخصوصة بالعلماء والزهاد بالجانب الغربي في أعلا المدينة مقابر قريش دفن بها موسى بن جعفر بن محمد بن علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب وجماعة من الأفاضل معه أخبرنا القاضي أبو محمد الحسن بن الحسين بن محمد بن رامين الإستراباذي قال أنبأنا أحمد بن جعفر بن حمدان القطيعي قال سمعت الحسن بن إبراهيم أبا علي الخلال يقول ما همني أمر فقصدت قبر موسى بن جعفر فتوسلت به الا سهل الله تعالى لي ما أحب “ Bab apa yang disebutkan tentang kuburan-kuburan di Baghdad terkhususkan para ulama , ahli zuhud di sebelah barat daya di pusat kota, terdapat kuburan kuburan Quraisy. Dimakamkan di sana Musa bin Jakfar bin Muhamamd bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib dan sekelompok dari orang-orang yang utam

  3. auliya854

    Adz-Dzhabi menukil pernyataan sebagai berikut : قال ابن خلكان: وكان بكار بن قتيبة تاليا للقرآن، بكاء صالحا دينا، وقبره مشهور قد عرف باستجابة الدعاء عنده “ Ibnu Khalkan berkata, “ Bakar bin Qutaibah suka membaca al-Quran, banyak menangis, shalih dan agamis,  Makamnya sudah masyhur. Dan dikenal dengan terkabulnya doa di dekat makamnya “[6] Adz-Dzahabi juga mengatakan : ابن زيرك العلامة، شيخ همذان وقبره يزار، ويتبرك به “Ibnu Zairak, orang yang sangat alim, Syaikh di Hamdzan. Makamnya diziarahi dan dicari berkahnya”[7] Adz-Dzahabi juga mengatakan : أبو الفرج الحنبلي الامام القدوة شيخ الاسلام، أبو الفرج عبد الواحد بن محمد قلت: توفي في ذي الحجة سنة ست وثمانين وأربع مئة، ودفن بمقبرة باب الصغير، وقبره مشهور يزار، ويدعى عنده “Abu al-Faraj Abdul Wahid bin Muhammad, al-Hanbali yang menjadi imam, panutam dan guru umat Islam. Saya berkata: Ia meninggal pada tahun 486 H, dimakamkan di ‘Pintu Kecil’. Makamnya diziarahi dan dijadikan tempat berdoa di dekatnya”[8] Adz-Dzhabi juga mengatakan : وابن لآل الإمام أبو بكر أحمد بن علي بن أحمد الهمذاني . قال شيرويه : كان ثقة أوحد زمانه مفتي همذان له مصنفات في علوم الحديث غير انه كان مشهورا بالفقه. عاش تسعين سنة والدعاء عند قبره مستجاب “Ibnu La’al, seorang imam. Abu Bakar Ahmad bin Ali bi Ahmad al-Hamdzani. Syairawaih berkata: Ia terpercaya, orang alim tunggal di masanya. Mufti Hamdzan. Ia memiliki banyak karya di bidang hadis. Ia juga masyhur dengan ilmu fikih. Ia hidup 90 tahun. Berdoa di kuburnya adalah mustajab”[

  4. auliya854

    Ibnu Hibban bercerita : وَقَبْرُهُ بِسَنَا بَاذٍ خَارِجَ النَّوْقَانِ مَشْهُوْرٌ يُزَارُ بِجَنْبِ قَبْرِ الرَّشِيْدِ قَدْ زُرْتُهُ مِرَارًا كَثِيْرَةً وَمَا حَلَّتْ بِي شِدَّةٌ فِي وَقْتِ مَقَامِي بِطُوْسٍ فَزُرْتُ قَبْرَ عَلِى بْنِ مُوْسَى الرِّضَا صَلَوَاتُ اللهِ عَلَى جَدِّهِ وَعَلَيْهِ وَدَعَوْتُ اللهَ إِزَالَتَهَا عَنَىَّ إلاَّ اسْتُجِيْبَ لِي وَزَالَتْ عَنِّى تِلْكَ الشِّدَّةُ وَهَذَا شَئٌ جَرَّبْتُهُ مِرَارًا فَوَجَدْتُهُ كَذَلِكَ أَمَاتَنَا اللهُ عَلَى مَحَبَّةِ الْمُصْطَفَى وَأَهْلِ بَيْتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ أجْمَعِيْنَ “Makam Ali bin Musa di Sanabadz sebelah luar Nauqan sudah masyhur dan diziarahi di dekat makam ar-Rasyid. Saya sudah sering berkali-kali. Saya tidak mengalami kesulitan ketika saya berada di Thus kemudian saya berziarah ke makam Ali bin Musa, semoga Salawat dari Allah dihaturkan kepada kakeknya (Nabi Muhammad) dan saya berdoa kepada Allah untuk menghilangkan kesulitan tersebut, kecuali dikabulkan untuk saya dan kesulitan itu pun lenyap dari saya. Ini saya alami berkali-kali, dan saya temukan seperti itu. Semoga Allah mematikan kita untuk cinta kepada Nabi dan keluarganya Saw”[12] Ibnul Jauzi al-Hanbali mengatakan : أحمد القزويني كان من الأولياء المحدثين، توفي في رمضان هذه السنة فشهده أمم لا تحصى، وقبره ظاهر يتبرك به في الطريق إلى معروف الكرخي “Ahmad al-Quzwaini adalah sebagian dari wali yang ahli hadis. Meninggal di bulan Ramadlan, disaksikan oleh umat yang tak terhingga. Makamnya tampak nyata dan dicari berkahnya, di jalan menuju makam Ma’ruf al-Karakhi”[13] Imam Asy-Syakhawi mengatakan : عبد الملك بن عبد الحق بن هاشم الحربي المغربي كان صالحاً معتقداً يذكر أن أصله من الينبوع وأنه شريف حسني وقد ولي بمكة مشيخة رباط السيد حسن بن عجلان ومات بها في ليلة السبت ثامن شعبان سنة خمس وأربعين وبنى على رأس قبره نصب بل حوط نعشه وهو مما يزار ويتبرك به “Abdul Malik bin Abdulhaq orang yang shaleh dan memiliki keyakinan. Ia berasal dari Yanbu’ dan ia adalah syarif dari keturunan Hasan, ia meninggal di Makkah pada tahun 40 H. Makamnya dibangun disisi kepada dan dikelilingi bangunan. ia termasuk yang diziarahi dan dicari berkahnya”[14]

158 Likes (last 100 likes only):